3 Hal Pengaruhi Daya Tahan Parfum

  • Whatsapp

3 Hal Pengaruhi Daya Tahan Parfum karena wanginya mudah pudar. Tentunya lebih enak jika memakai parfum yang tahan lama wanginya di tubuh. Namun, sebenarnya bukan pada kesalahan parfum, tapi pada pilihan parfum yang salah.

Read More

3 Hal Pengaruhi Daya Tahan Parfum
Gambar: hermes.com

Seperti dikutip dari kompas.com, dalam pernyataan peracik parfum untuk Hermes, Jean Claude Ellena, mengatakan ada tiga hal yang memengaruhi daya tahan parfum. 

1. Kulit
Struktur kulit setiap orang pasti berbeda-beda, termasuk juga pori-pori kulitnya. Ellena mengungkapkan bahwa orang yang memiliki pori-pori kulit yang lebih besar akan lebih mudah menangkap butiran partikel parfum. Ini berarti, orang yang berpori-pori lebih besar tak perlu sering-sering menyemprot parfum karena wangi parfum yang disemprot pada pagi hari akan lebih tahan lama. 

2. Hidung
Tingkat sensitivitas hidung seseorang juga berbeda-beda. Beberapa orang mungkin lebih sensitif terhadap aroma dibanding Anda. Mungkin saja orang yang ada di sebelah Anda lebih sensitif dan merasakan wewangian lebih baik daripada Anda sendiri. Jadi terkadang Anda saja yang punya perasaan kalau parfum Anda sudah tak wangi lagi.

3. Jenis parfum
Ellena mengungkapkan bahawa faktor ketiga dan satu-satunya yang bisa dikendalikan adalah jenis parfum yang digunakan. Jika ingin parfum yang bisa tahan lama adalah eau de parfum. Konsentrasi aroma parfum ini lebih kuat dibanding eau de toilette atau splash. 

Agar tahan lebih lama, semprotkan eau de parfum di wilayah yang jarang tereskspos udara. Misalnya tengkuk leher atau pergelangan tangan.

Namun, Jean Jacques, ahli parfum dari Prancis yang baru saja meluncurkan formula wewangian terbaru bertajuk Amethyst Fatale, mengatakan, untuk mendapatkan aroma wangi yang maksimal, gunakan parfum di bagian yang tepat dari tubuh Anda. Bagian mana saja? ‘

‘Semprotkan pada bagian pergelangan tangan bagian dalam, lipatan siku tangan bagian dalam, dan daerah belakang telinga,” kata Jean. 

Tentu bukan tanpa alasan jika tiga daerah itu yang dipentingkan. Menurut Jean, ketiga daerah tersebut merupakan ‘daerah panas’ yang mengeluarkan suhu panas tubuh. ”Yang paling panas adalah daerah lipatan siku tangan bagian dalam,” katanya. 

Karena panas tubuh itulah, jelas Jean, senyawa yang berada pada minyak wangi berdifusi (terpecah menjadi partikel-partikel kecil) dan langsung menyebarkan aroma wangi. Sedangkan di pergelangan tangan maupun di daerah belakang telinga, senyawa juga berdifusi namun tak secepat bila disemprotkan atau dioleskan di lipatan siku bagian dalam.

Jika Anda termasuk wanita yang alergi terhadap minyak wangi, cukup semprotkan atau oleskan pada busana yang Anda kenakan. Namun, jika Anda menerapkan cara ini, sebaiknya berhati-hati. Ini karena minyak wangi yang berwarna bisa meninggalkan jejak jika disemprotkan pada pakaian berwarna muda. 

”Karena itu, pilihlah minyak wangi berwarna bening agar bila disemprotkan tak meninggalkan bekas,” saran Jean. Jangan khawatir, walau disemprotkan pada pakaian, aroma parfum tetap bisa bertahan lama. 

Demikianlah 3 hal pengaruhi daya tahan parfum serta bagian yang cocok untuk disemprotkannya parfum pada tubuh.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *