Puasa Bukan Musuh Untuk Penyakit Maag

  • Whatsapp

Puasa bukan musuh untuk penyakit maag. Hal tersebut seharusnya dijadikan motivasi diri melaksanakan ibadah puasa bukan sebagai suatu keraguan.

Cukup banyak penderita maag khawatir dengan kondisi lambung mereka selama puasa. Perut kosong dalam kurun waktu yang agak lama, tak jarang menjadi momok tersendiri bagi para penderita maag. Bayang-bayang asam lambung yang naik dan menimbulkan nyeri, mual, bahkan muntah bisa menjadi alasan tersendiri bagi penderita maag untuk absen menjalani puasa di bulan Ramadhan. Padahal, nyatanya, puasa bukan musuh untuk penyakit maag.

Read More

Puasa Bukan Musuh Untuk Penyakit Maag

Penyakit maag timbul awalnya karena si penderita tidak teratur makan. Perut dibiarkan kosong dalam waktu yang lama sekali, kemudian tiba-tiba diisi dengan makanan dalam jumlah banyak sekaligus. Inilah yang sering kali menimbulkan rasa nyeri bagi si penderita. Lalu, bagaimana dengan puasa? Justru puasa merupakan latihan terbaik untuk para penderita maag untuk membuat pola makan mereka menjadi teratur.

Tak ada yang berubah saat puasa, makan tetap 3 kali sehari, saat buka puasa, usai ibadah tarawih, dan juga sahur. Ketika berbuka, biasanya keinginan makan langsung menggebu, tidak mengherankan karena ketika orang dalam keadaan lapar, hasratnya terhadap makanan sangat besar. 

Oleh karena itu, tetap makanlah secara sadar. Pilihlah makanan yang paling diinginkan saat berbuka, makan secara perlahan dan sadar. Setelah selesai menunaikan shalat tarawih, biasanya perut akan kembali meminta asupan makanan. 

Lagi-lagi, pilihlah makanan yang paling diinginkan, makanlah dengan sadar hingga tubuh dalam kondisi netral (tubuh mendapatkan cukup energi untuk beraktivitas tanpa perut merasa kenyang). Kondisi tubuh yang netral ketika beranjak tidur, akan membuat perut kembali lapar saat waktu makan sahur. Jika ritme ini diikuti dengan baik, bukan tidak mungkin justru maag yang diderita malah menjadi sembuh dengan sendirinya dengan berpuasa.

Dengan berpuasa kita juga mengistirahatkan lambung dan saluran cerna kita dari rutinitas yang mungkin biasanya tidak berhenti. Dengan demikian, sistem pencernaan pun bisa bekerja lebih baik lagi. Asam lambung berlebihan, akan membaik selama puasa.

Siasati waktu makan saat puasa untuk penderita diabetes.

Penderita diabetes, sebenarnya harus lebih sering makan dibandingkan dengan mereka yang sehat. Agar gula darah tidak naik dan tidak turun. Bahaya orang diabetes adalah hypoglikemik, gula darah rendah. Hypoglikemik bisa membuat penderita diabetes meninggal.

Bukan hanya penderita maag yang khawatir dengan kondisi tubuh mereka saat puasa. Para penderita diabetes pun harus mencari celah untuk menyiasati waktu makan mereka selama puasa. Penderita diabetes memerlukan asupan makanan lebih sering dibandingkan dengan orang sehat normal lainnya.

Puasa merupakan salah satu cara yang bisa digunakan oleh penderita diabetes untuk mengontrol gula darah. Karena dengan puasa kita membuat jadwal makan teratur, yang mau tidak mau harus diikuti. Pada pukul 3 atau 4 dini hari, saat sahur kita harus makan sebagai bekal asupan untuk beberapa jam ke depan, sebisa mungkin sekitar 40% makanan dalam satu hari sudah dikonsumsi saat sahur. 

Makanan saat sahur terdiri dari, makan besar dan juga camilan. Nah, jam ketika buka puasa, kita bisa memilih makanan kecil untuk memberikan tenaga untuk sementara. Setelah solat Maghrib, baru pilih makanan besar lengkap. Kemudian, setelah solat tarawih, kita bisa memilih lagi makanan kecil atau camilan. Untuk itu, sebenarnya tidak ada yang berubah sama sekali walaupun kita puasa. Yang berubah hanyalah waktu makannya.

Sepertinya penjelasan diatas sudah sangat bisa Anda lakukan sebagai tips puasa bagi penyakit maag guna menghindarkan diri dari rasa khawatir akan sakit perut saat melaksanakan ibadah puasa.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *