Pemerintah Kota Medan: Wali Kota Medan

  • Whatsapp

Kota Medan pertama kali dipimpin oleh seorang wali kota di tahun 1945. Adapun wali kota pertama kala itu adalah Mr. Luat Siregar, hanya menjabat sebulan mulai dari 3 Oktober 1945 hingga 10 November 1945. Pada tahun itu juga posisi Wali Kota Medan diisi oleh Mr. M. Yusuf, menjabat hingga bulan Agustus 1947. Selama sekitar dua bulan posisi Wali Kota Medan kosong, akhirnya kursi Wali Kota pun diduduki oleh Djaidin Purba, menjabat mulai bulan November 1947 hingga Juli 1952. Setelah periode pertamanya berakhir, A. M. Jalaludin menduduki kursi Wali Kota Medan mulai bulan itu juga hingga berakhir dua tahun kemudian, tepat awal bulan Desember 1954.

Read More

Sumber Gambar: Waspada.co.id

Posisi Wali Kota Medan pun berganti-ganti dengan singkat setelah itu mulai dari H. Muda Siregar, Madja Purba, Basyrah Lubis, P. R. Telaumbanua, Aminurrasyid, Drs. Sjoerkani, A. M. Saleh Arifin, H. A. S. Rangkuti, H. Bachtiar Djafar, Drs. H. Abdillah, Drs. H. Afifuddin Lubis, hingga saat ini Rahudman Harahap.

Pincangnya Pemerintah Kota Medan

Wali Kota Medan saat ini, Rahudman Harahap, sudah dinonaktifkan terkait tindak pidana korupsi, tepatnya bulan Mei 2013 lalu.

Hal ini tentu menjadi sebuah keganjilan bagi pemerintah Kota Medan, seakan pincang sebelah dikarenakan Wali Kota Medan yang seharusnya aktif dalam membangun dan mengembangkan segala upaya yang perlu harus berurusan dengan hukum terkait tindakan atau pun dugaan korupsi yang dilakukannya. Dinonaktifkannya Wali Kota Medan tentu menjadi hambatan aktivitas pemerintah Kota Medan yang seharusnya bersatu dalam membangun kota metropolitan ini.

Tindakan korupsi tersebut sangat jelas menggambarkan bahwa perilaku pemerintah Kota Medan, melalui Wali Kota-nya, melanggar visi dan misi Kota Medan yang Religius, Madani, Modern, Tekad & Janji. Ditangkapnya seorang Wali Kota dari sebuah kota metropolitan tentu merupakan hal yang sangat memalukan. Terutama dengan dilanggarnya visi dan misi Medan yang telah disepakati bersama. Atas itu juga, pemerintah Kota Medan bisa jadi akan mengemban tugas yang lebih berat ke depannya, karena secara aktif belum ada lagi yang bisa mengawasi, terlebih karena ditangkapnya Wali Kota Medan.

Kota Medan tentu harus bisa mengikuti perkembangan searah dengan kota besar lain di ibukota. Pertumbuhan ekonomi dan perkembangan pembangunan di Kota Medan, terlebih dengan adanya bandara baru Kualanamu, Medan harusnya siap untuk menjadi kota lebih baik lagi dari sebelumnya. Dorongan tersebut juga harus menjadi sebuah pedoman pemerintah Kota Medan untuk siap menatap zaman dan menampung segala pertumbuhan kebutuhan akan kehidupan di Kota Medan. Saat ini pemerintah Kota Medan memang tengah pincang, dan bila tetap bersatu dan mampu mengemban visi dan misi Kota Medan yang luhur dengan baik maka Medan siap bersaing dengan kota-kota besar di Indonesia yang saat ini sudah lebih maju.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *