Bandara Polonia berhenti beroperasi sejak 24 Juli 2013 pukul 23.59WIB

  • Whatsapp

Bandara Polonia Berhenti Beroperasi Sejak 24 Juli 2013 Pukul 23.59WIB  – Dalam hitungan jam, Bandara Polonia Medan, dipastikan tidak melanjutkan kegiatan penerbangan sipil terhitung Rabu, 24 Juli 2013 pukul 24.00WIB.

Read More

Foto : GoSumatra.com

Pada Kamis, 25 Juli 2013, pukul 00.01 WIB (17.01 UTC), Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang dijadwalkan mulai melakukan peran operasionalnya menggantikan posisi Bandara Polonia sesuai dengan dokumen AIRAC AIP (Aeronautical Information Regulation And Control / Aeronautical Information Publication) Supplement No: 03/13 tertanggal 30 Mei 2013. 

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Tri S Sunoko, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/7/2013) mengatakan, seluruh kegiatan pelayanan operasional penerbangan dari dan menuju Medan dilakukan di Bandara Kualanamu.

Dikatakannya, proses pemindahan seluruh peralatan pendukung operasional maupun komponen lain dari Polonia ke Kualanamu dilakukan secara marathon hingga 24 Juli tengah malam, termasuk pesawat-pesawat yang akan melakukan penerbangan pada pagi hari tanggal 25 Juli.

“Jika saat ini Bandara Polonia berdaya tampung 900 ribu pergerakan penumpang per tahun, Kualanamu mampu melayani pergerakan sebanyak 8,1 juta penumpang per tahun melalui pengembangan Tahap I,” ungkapnya.

Diharapkannya seluruh pihak baik yang berkaitan langsung dengan kegiatan pelayanan di Bandara Kualanamu dapat turut melakukan sosialisasi secara berkesinambungan.

Keterangan lebih lanjut dikutip dari liputan6.com bahwa proses pendaftaran (check-in), misalnya, Bandara Kualanamu menerapkan sistem terbuka dengan area check-in yang luas.

Berbeda dengan Polonia, di area tersebut terdapat 80 konter check-in yang telah dilengkapi teknologi Baggage Handling System (BHS). Ini merupakan teknologi penanganan bagasi otomatis pertama yang digunakan oleh bandara di Indonesia.

Selain memiliki tingkat pendeteksi keamanan tertinggi (Level 5), teknologi ini memungkinkan penumpang untuk melakukan pendaftaran bagasi di konter manapun tanpa takut barangnya tertukar jadwal penerbangan.

Selain itu, bandara yang berada di atas lahan seluas 1.365 hektare ini juga dilengkapi fasilitas modern lain yang sebelumnya tidak ditemui di Bandara Polonia.

Antara lain delapan garbarata (avio bridge) yang akan menghubungkan penumpang langsung dari area keberangkatan di dalam terminal menuju kabin pesawat.

Keberadaan ruang tunggu (boarding lounge) yang luas dan memisahkan antara penumpang penerbangan domestik dan internasional, juga menjadi hal baru yang akan dirasakan pengguna jasa.

Ditambah lagi area komersial luas di tiga lantai yang ada, akan memanjakan pengguna jasa berbelanja aneka kebutuhan sesuai keinginan.

Sehubungan dengan pelaksanaan pengoperasian awal (soft operation), dimungkinkan akan terdapat sejumlah kekurangan yang terjadi di Bandara Kualanamu. Meski kondisi tersebut lazim terjadi dalam setiap pengoperasian bandara baru di manapun, Tri Sunoko berharap masyarakat pengguna jasa dapat memaklumi dan membantu melaporkan kekurangan-kekurangan yang ditemui dalam rangka evaluasi dan penyempurnaan.

“Bantu kami memanfaatkan soft operation ini untuk mengevaluasi dan melakukan penyempurnaan atas kekuarangan yang mungkin akan muncul di sana-sini. Kita semua berharap, pada saat peresmian (full operation) September nanti, tidak ada lagi masalah yang muncul,” ungkapnya.

Dia mengaku saat ini masih terdapat sejumlah penyelesaian tahap akhir pekerjaan beberapa fasilitas penunjang bandara di area terminal.

Pekerjaan-pekerjaan itu sendiri bersifat minor, yang kemungkinan hanya akan memberikan dampak relatif kecil terhadap kenyamanan penumpang.

Dengan berakhirnya operasioanl dari Bandara Polonia tersebut, sudah tentu jarak dan waktu perjalanan dari Medan menuju Kualanamu akan memakan banyak waktu. Oleh karena itu pilihlah transportasi dari Medan-Kualanamu sesuai yang dinginkan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *