Taman reptil terbesar Indonesia ada di Medan

  • Whatsapp

Ternyata taman reptil terbesar Indonesia ada di Medan, terdapat jenis buaya dengan berbagai macam ukuran yang lebih dari 2.400 jumlahnya.

Read More

Seperti dikutip dari DetikTravel, penangkaran tersebut berada di Taman Buaya Asam Kumbang, Desa Asam Kumbang 5 km dari pusat kota Medan dengan waktu buka adalah pukul 09.00-18.00 WIB. Saat pukul 17.30 WIB, Anda akan melihat aktivitas seru dan menegangkan dari buaya-buaya tersebut. 

Sebabnya, saat itulah waktunya Anda melihat buaya sedang menyantap makanan. Dengan tubuhnya yang besar, mereka berenang dan berlarian di daratan untuk memakan mangsanya. Buaya-buaya tersebut akan saling rebutan dan mengadu kekuatan untuk makan.

Menurut sejarahnya, pada tahun 1959 lalu, seorang pemuda keturunan tionghoa yang bernama Lo Than Mok memulai sejarah penangkaran buaya ini. Awalnya, ia ditawari 12 ekor buaya hasil tangkapan seorang warga setempat. Buaya ini ditangkap di sungai-sungai sekitar Medan Sunggal. 

Masa itu, belum ada aturan dari pemerintah tentang perlindungan dan perburuan buaya. Jadi, masyarakat masih bebas menangkap dan memelihara buaya untuk tujuan komersial dan lainnya.

Merasa senang dengan jenis reptil ini, akhirnya Lo Than Mok mengeluarkan sejumlah uang untuk mendapatkannya. “Ia sangat menyukai buaya,” ujar Lim Hui Cu, istri Lo Than Mok di sela-sela ia melayani pengunjung.

Seiring bergantinya hari, jumlah buaya semakin banyak. Tiap tahunnya buaya-buaya ini beranak-pinak. Umumnya, di penangkaran ini terdapat dua jenis buaya. Buaya muara dan buaya sinyulung. Namun, di sini lebih banyak buaya muara yang hidup. Buaya-buaya ini di masukkan ke dalam belasan bak-bak tadi. Jumlah buaya per baknya pun relatif. Tergantung usia dan besarnya buaya tersebut.

Luas area penangkaran buaya ini sekitar dua hektar. Di dalamnya berisi belasan bak buaya dan sebuah danau yang cukup luas yang ditempati ribuan buaya besar lainnya. Sekilas danau ini cukup tenang. Karena permukaan air dipenuhi lumut, warnanya sempurna hijau. Hanya beberapa tempat yang terlihat seperti kayu yang sedang hanyut. Sebenarnya, inilah buaya-buaya itu.

Buaya-buaya di danau ini jelas terlihat saat jam pemberian makan. Biasanya mereka diberi makan sekitar pukul lima sore. Di sini Anda dapat menyaksikkan betapa ganasnya buaya-buaya ini. Danau yang semula tenang bisa berubah keruh dengan cipratan air saat mereka berebut makanan.

Siapa yang belum pernah berkunjung ke penangkaran buaya Asam Kumbang? Kapan lagi kesana.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *