Dampak Dari Begadang

  • Whatsapp

Dampak Dari Begadang – Begadang dapat menghantarkan berbagai kemungkinan munculnya penyakit. Banyak dampak buruk yang didapatkan karena kurangnya waktu tidur. Selain pekerjaan dan aktivitas sehari-hari menjadi terhambat, kurang tidur dapat menyebabkan berbagai macam penyakit hadir di tubuh kita.

Read More

Dampak Dari Begadang

 

Nah, berikut dampak buruk yang bisa dialami flashners jika waktu tidur anda kurang dari 7-9 jam per hari, dan bila tidur Anda tidak nyenyak.

1. Berbagai rasa sakit bisa timbul
Tidaklah mengherankan, sakit kronis seperti masalah punggung atau arthritis bisa saja terjadi bila Anda melakukan aktivitas tidur yang buruk. Dalam sebuah studi dari John Hopkins Behavioral Sleep Medicine Program, direktur Michael Smith, PhD, membangunkan orang dewasa muda yang sehat selama 20 menit setiap jam selama 8 jam selama 3 hari berturut-turut. Hasilnya, mereka memiliki toleransi sakit yang lebih rendah, dan mudah mengalami nyeri.

2. Risiko kanker lebih tinggi
Sebelumnya mohon maap bila gambarnya ga nyambung, soalnya susah nyari gambar kanker yang ga DP. Olahraga membantu mencegah kanker, tetapi terlalu sedikit memejamkan mata dapat merusak efek pelindungnya. Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health meneliti hampir 6.000 wanita selama sekitar satu dekade dan menemukan bahwa penggemar olahraga yang tidur 7 jam atau lebih sedikit per malam memiliki kesempatan lebih besar 50% mengidap kanker daripada mereka yang rutin melakukan senam dan memiliki kualitas tidur yang baik. Hal ini terjadi karena kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan gangguan metabolisme hormonal dan dikaitkan dengan risiko kanker, dan bisa ‘menghapus’ manfaat latihan.

3. Memicu rasa gelisah
Rasa gelisah setiap malam pasti akan terus menghantui mereka yang memiliki kualitas tidur buruk. Reaksi tubuh pun bisa menurun. Yang lebih kronis lagi, perasaaan bahagia tidak akan menghampiri hidup mereka yang kurang tidur, karena tidur dan suasana hati diatur oleh zat kimia otak yang sama. Hal ini dapat meningkatkan risiko pengembangan depresi, tapi mungkin hanya bagi mereka yang sudah rentan terhadap penyakit.

4. Tampak lebih tua
Mereka yang kurang tidur biasanya memiliki kulit yang pucat dan wajah lelah. “Lebih buruk lagi, peningkatan kadar kortisol dapat memperlambat produksi kolagen yang memicu terjadinya keriput lebih cepat,” kata Jyotsna Sahni, MD, ahli masalah tidur di Canyon Ranch, Tucson.

5. Stres meningkat
Studi yang dilakukan Universitas Chicago juga menemukan bahwa tidur kurang dari 7 jam bisa meningkatkan produksi kortisol atau hormon stres. Bahkan pada sore dan malam hari dapat meningkatkan denyut jantung, tekanan darah dan glukosa darah sehingga bisa memicu terjadinya hipertensi, penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

6. Rentan terserang diabetes
Gula adalah bahan bakar setiap sel dalam tubuh Anda. Jika proses pengolahannya terganggu bisa menyebabkan efek buruk. Dalam penelitian yang dilakukan Universitas Chicago, AS, yang meneliti sejumlah orang selama 6 hari, mendapatkan kondisi ini bisa mengembangkan resistansi terhadap insulin, yakni hormon yang membantu mengangkut glukosa dari aliran darah ke dalam sel. Hal ini menyebabkan terjadinya proses metabolisme gula yang tidak semestinya. Akibatnya bisa menyebabkan timbulnya diabetes.

7. Antibodi menjadi lemah
Mereka yang tidur kurang dari 7 jam per malam bisa 3 kali lebih rentan mengalami rasa dingin. Penelitian lain menemukan, pada pria yang kurang tidur akan mengalami kegagalan untuk menjaga respon imun atau kekebalan tubuh secara normal setelah menerima suntikan flu. Mereka yang kurang tidur, antibodi yang bekerja setelah dilakukan vaksinasi hanya bisa bertahan paling lama 10 hari. Kondisi tersebut sangat berbahaya. Perbaiki kualitas tidur, maka kekebalan tubuh Anda akan meningkat.

8. Hasrat ngemil makanan berlemak meningkat
Kurang tidur bisa melenyapkan hormon yang mengatur nafsu makan. Akibatnya, keinginan menyantap makanan berlemak dan tinggi karbohidrat akan meningkat, sehingga menyebabkan Anda menginginkan asupan kalori tinggi. Jika selama 2 malam tidur Anda tidak berkulitas bisa memicu rasa lapar berlebihan. Kondisi ini terjadi karena merangsang hormon ghrelin penambah nafsu makan, dan mengurango hormon leptin sebagai penekan nafsu makan.

Namun, begadang boleh saja asal jangan cemas!


Bagi sebagian orang, begadang atau berjaga tidak tidur sampai larut malam kerap menjadi gaya hidup. Berbagai alasan melatari mereka untuk tetap melek di malam hari. Salah satu di antaranya karena harus menyelesaikan tugas atau pekerjaan.

Tubuh pun dipaksa untuk bertahan lebih lama untuk mendukung aktivitas yang belum tuntas. Bagi mereka yang terpaksa harus begadang seperti ini, sebenarnya tubuh manusia diciptakan dengan sangat sempurna. Termasuk kemampuannya dalam beradaptasi dengan berbagai kondisi yang kadang tergolong ekstrem seperti begadang.

Menurut Tauhid Nur Azhar, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (UNISBA), masalah terbesar dari begadang adalah aspek psikologis yang menimbulkan kecemasan. Karena yang bersangkutan merasa bahwa tidur yang kurang akan berdampak pada tubuh dan kesehatan.

“Kecemasan kronis inilah yang justru memicu terjadinya peningkatan sekresi hormon kortisol yang bersifat imunosupresan. Hal ini dapat menekan dan menghambat aktivitas sistem imun,” ungkap Tauhid ketika diwawancarai melalui surat elektronik, Jumat (15/03) pukul 20.35 WIB.

Penulis 35 buku sains popular ini melanjutkan, jika sistem imun seseorang sudah tertekan dan tidak dapat berperan optimal, maka penyakit apapun akan mudah menjangkitinya. Sementara dampak langsung kurang tidur adalah berkurangnya kesempatan tubuh untuk beregenerasi serta memperbaiki kerusakan di tingkat seluler yang terjadi setiap hari.

Selain itu, akan ada penumpukan jaringan yang dapat menimbulkan reaksi peroksidasi lemak berantai. Kemudian juga akan terjadi akumulasi radikal bebas dalam tubuh. Untuk itu, Tauhid menyarankan untuk meningkatkan konsumsi antioksidan alamiah.

Antioksidan alamiah ini terutama asupan yang bersumber dari sayur-sayuran, buah-buahan, dan minyak ikan. Buah yang mengandung pigmen tertentu seperti antosianin, betakaroten dan lain-lain memiliki aktivitas antioksidan yang kuat. Kemudian, konsumsi cukup mineral dan trace element seperti zinc. Ini dapat membantu aktivitas enzimanti oksidasi internal seperti SOD, gluthation peroxidase dan sebagainya.

Ada beberapa fakta unik tentang kandungan serat dan antioksidan pada buah dan tanaman pada umumnya. Rata-rata bagian yang tinggi serat adalah kulit atau bagian yang jarang dikonsumsi oleh manusia. Contohnya adalah bekatul dari padi ataupun daging putih pada buah semangka.

Jadi pada dasarnya kurang tidur atau begadang tidak apa-apa selama tidak menimbulkan kecemasan. Paling penting, kekurangan tidur harus dikompensasi melalui makanan, olahraga, dan kondisi lingkungan yang baik.

“Apalagi jika diniatkan untuk ibadah. Bukankah belajar dan bekerja adalah bagian dari badah? Allah mencintai orang-orang yang bekerja keras. Karena kerja keras adalah cara kita menyukuri anugerah yang telah diamanahkan Allah,” pungkas Tauhid.

Nah, demikianlah informasi yang dirangkum dari beberapa Sumber mengenai dampak dari begadang.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *