Contoh ngetweet dicurigai sebagai spam

  • Whatsapp

Read More

Sama dengan situs lain, Twitter juga tidak mentolerir adanya spam. Jika Twitter menjumpai aktivitas yang mencurigakan dalam sebuah akun dan itu berlanjut, maka pihak Twitter tak segan-segan untuk menangguhkan sementara akun tersebut bahkan hingga selamanya. 

Ketahuilah batasan-batasan dalam ngetweet agar akunmu tidak dicurigai sebagai akun spam karena banyak kasus di mana Twitter menskors akun asli gara-gara mereka berperilaku layaknya spammer.

Jadi, apa saja perilaku-perilaku ngetweet yang dicurigai sebagai aktivitas spam? Ini dia contohnya..

1. Mem-follow atau meng-unfollow ‘ribuan’ akun sekaligus
Jika kamu mem-follow puluhan atau bahkan ratusan hingga ribuan orang dalam jangka waktu yang pendek, maka akunmu akan dinilai mencurigakan. Hal ini bisa saja terjadi jika kamu menggunakan aplikasi Twitter yang diperuntukkan untuk menjaring follower. Kecurigaan pada akunmu juga bisa terjadi tatkala kamu ingin menjadi seorang selebriti dengan meng-unfollow orang-orang yang kamu ikuti dan di saat yang sama meningkatkan rasio follower. Semua dalam waktu yang singkat.
Tips: Jangan mem-follow atau meng-unfollow lebih dari 100 orang dalam 1 hari.

2. Promosi atau ngiklan terus-terusan
Akunmu bisa dicabut jika kamu memakainya untuk promosi terus-terusan, salah satunya ialah dengan memposting iklan secara rutin untuk mendapatkan uang. Mencoba mempromosikan diri sendiri dengan mencoba mem-follow akun-akun berfollower banyak tanpa melakukan komunikasi dengan mereka juga menjadi salah satu alasan akunmu di-suspend.

3. Mem-follow akun yang ‘salah’
Jutaan spammer menciptakan akun Twitter untuk melancarkan aksinya. Jangan followakun-akun itu jika tak ingin kamu dicurigai sebagai salah satu dari mereka dan ujung-ujungnya di-suspend. Telah banyak kasus di mana Twitter memblokir akun asli gara-gara akun yang mereka follow sebagian besar adalah spammer. Para pelaku spam menciptakan akun Twitter yang berbeda-beda dan saling mem-follow untuk meningkatkan jumlah follower agar berkesan meyakinkan. Jika jumlah user yang memblok kamu lebih banyak dibandingkan mereka yang mem-followmu, maka kamu dicurigai sebagai spammer.

4. Memposting konten tak senonoh
Memposting konten berbau rasis dan kekerasan ataupun berbau seksual berpotensi besar akunmu ditangguhkan. Ngetweet tentang isu sensitif atau ‘menyerang’ seseorang di Twitter juga tidak diperbolehkan. Menulis sesuatu hanya agar muncul di hasil pencarian dan mempublish konten milik orang lain tanpa mencantumkan sumbernya juga dikategorikan sebagai spam.



Tipsnya, jauhi aksi-aksi yang identik dengan spam seperti:
• Sering sekali mereply akun-akun hanya agar terlihat memiliki koneksi dengan mereka. Menyertakan link yang tidak berhubungan dengan tweetmu
• Ngetweet konten yang sama secara berulang-ulang
• Menautkan link yang sama dalam tweet yang berbeda-beda.

5. Phishing dan pelanggaran privasi
Mengumbar informasi sensitif milik orang lain termasuk dalam aksi pelanggaran privasi. Mencoba ‘menjual’ follower dan menautkan link pada program jahat (malicious content) guna merusak browser atau komputer orang lain adalah perilaku yang berbahaya. Sedangkan percobaan menjual username populer dengan tujuan untuk memblokir username lain yang akan memakai nama itu adalah bentuk penipuan (fraud).

Sumber: Rediff

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *