Kawasan Tanpa Rokok di sosialisasikan

  • Whatsapp

Dinas Kesehatan Sumatera terus secara aktif mensosialisasikan ke
berbagai kalangan tentang Peraturan Gunernur mengenai Kawasan Tanpa
Rokok (KTR).

Read More

“Sosialisasi Pergub No 35 Tahun 2012 tentang Kawasan Tanpa Rokok
(KTR) ini akan terus kita tingkatkan, mengingat akan bahayanya dampak
dari merokok untuk kesehatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr
Surjantini Mkes di Medan, Rabu.

Ia mengatakan prevalensi merokok di Indonesia, hingga saat ini mengalami kenaikan.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007, persentase
penduduk yang merokok pada penduduk usia diatas 15 tahun adalah 35,4
persen aktif merokok (65,3 persen laki-laki dan 5,6 persen wanita).

“Ini berarti bahwa di antara tiga laki-laki adalah perokok aktif.
Lebih bahaya lagi 85,4 persen perokok aktif merokok dalam rumah bersama
anggota keluarga sehingga mengancam kesehatan anggota keluarga lainnya,”
katanya.

Oleh karena itu, lanjut dia sangat tepat dengan telah ditetapkannya
Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 36 tahun 2012 tentang Kawasan Tanpa
Rokok (KTR) pada perkantoran di lingkungan pemerintah Sumut.

¿Ini sangat tepat untuk mengingatkan kita semua agar segera mengambil
peran yang lebih besar guna melindungi generasi muda dari sifat
fatalistik penggunaan dan paparan asap rokok,” katanya.

Pengamat Kesehatan Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Sutomo
Kasiman mengatakan hal yang harus benar-benar dipahami yaitu rokok
mengandung kurang lebih 4.000 elemen-elemen dan setidaknya 200
diantaranya dinyatakan bahaya bagi kesehatan.

“Dari hasil penelitian terdapat 42.000 perokok pasif yang meninggal setiap tahunnya, 900 diantaranya adalah bayi,” katanya.

Beberapa bahaya yang ditimbulkan oleh rokok yaitu kanker paru, dimana sekitar 90 persen kanker paru diakibatkan oleh rokok.

Bahaya kedua yaitu kanker kandung kemih, kanker payudara, dimana
perempuan yang merokok lebih beresiko mengembangkan kanker payudara.
Hasil study menunjukkan perempuan yang mulai merokok di usia 20 tahun
dan 5 tahun sebelum ia hamil pertama kali beresiko besar terkena kanker
payudara.

“Bahaya lainnya kanker serviks, sekitar 30 persen kematian akibat
kanker serviks disebabkan oleh merokok. Hal ini karena perempuan yang
merokok lebih rentan terkena infeksi oleh virus menular seksual,¿
katanya.

Bahaya lainnya, lanjut dia, merokok juga dapat menyebabkan kanker kerongkongan, kanker pencernaan, kanker ginjal, kanker mulut.

“Tembakau adalah penyebab utama kanker mulut. Diketahui perokok 6
kali lebih besar mengalaminya dibanding orang yang tidak merokok dan
orang yang merokok tembakau tanpa asap berisiko 50 kali lipat lebih
besar,” katanya.

Menurut dia beberapa zat yang terkandung di dalam rokok antara lain nikotin, tar, karbon monoksida, zat karsinogen, zat iritan.

“Juga zat-zat asing berbahaya tersebut adalah zat yang terkandung
dalam asap rokok dan ada 4000 zat kimia yang terdapat dalam sebatang
rokok. 40 diantaranya tergolong zat yang berbahaya misalnya hidrogen
sianida (HCN), Arsen, Amonia, Polonium dan Karbon Monoksida,” katanya.

Dalam Pergub Nomor 35 Tahun 2012 di Bab III Pasal 4 disebutkan
Kawasan Tanpa Rokok yaitu taman perkantoran, tempat parkir, lapangan
apel/upacara, lobby, ruang kerja, ruang rapat, ruang sidang/seminar,
gudang, kantin, lift dan kamar mandi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *