Tips Aman Berkendara Saat Hujan

  • Whatsapp

Tips Aman Berkendara Saat Hujan – Untuk Sepeda Motor, Saat musim hujan seperti sekarang, perlu
teknik dan trik khusus kala mengendarai sepeda motor. Pasalnya, jalanan
yang licin akibat guyuran air hujan yang kemungkinan besar bercampur
sisa oli, minyak, bensin, lumpur, dan beberapa zat lain yang ada di
jalanan sangat rawan memicu motor tergelincir.

Read More

“Oleh karena itu, ada beberapa hal yang
wajib diperhatikan sebelum berkendara di tengah guyuran hujan yaitu
teknik berkendara yang benar,” tutur Makotapi, seorang instruktur safety
riding.

Cara Aman kendarai motor Saat hujan
Menurut Makotapi, selain memperhatikan kecepatan motor yang ditunggangi
maupun kendaraan lain di jalanan yang tengah dilewatinya, seorang biker
juga wajib memperhatikan cara pengereman, helm yang digunakan, serta
bermanuver yang tepat kala melibas genangan air.

Seperti apa teknik atau trik tersebut? Berikut penjelasan Makotapi :

1. Usahakan pandangan tak terhalang

Pandangan yang terhalang oleh air hujan
karena muka terkena tampias air hujan sangat berbahaya, karena
menyebabkan pandangan terganggu. Sehingga, bila tiba-tiba di depan motor
ada lubang atau kendaraan lain yang mengerem secara mendadak, biker
akan kesulitan bermanuver.

Pada sisi lain, kaca helm yang digunakan
oleh seorang pengendara motor berkabut atau berembun saat melintas di
tengah guyuran hujan. Kondisi itu terjadi lantaran kualitas pelindung
kepala yang di bawah standar sehingga. 

”Pada saat hujan udara di dalam
dan di luar helm berbeda. Akhirnya, kondisi ini menyebabkan kaca helm
atau visor berembun,” tutur Makotapi.

Cara gampang untuk mengatasinya adalah
dengan membuka separuh kaca helm. Namun, akibatnya, muka menjadi kotor
atau sedikit terkena butiran air hujan.

Cara lainnya melapisi kaca dengan
lapisan layer yang ditempel pada visor bagian dalam. Lapisan itu banyak
dijual di toko-toko helm dengan harga mulai Rp 200 – 250 ribu. Mahal
banget ya…???

2. Tidak asal melibas genangan air

Teknik ini selain harus didukung jarak
pandang yang tak terhalang juga membutuhkan refleks dan perhitungan yang
tepat. Bila di depan Anda terdapat genangan air yang cukup dalam, maka
cara yang paling mudah adalah memperhatikan kendaraan lain – khususnya
mobil – yang melintasi di depan Anda.

“Perhatikan tingkat ketinggian air di ban mobil, apakah melebihi setengah roda atau tidak,” ujar Makotapi.

Bila ketinggian air lebih dari 50
sentimeter, Makotapi menganjurkan agar motor didorong dan mesin dalam
keadaan mati. Hal itu untuk menghindari air tersedot lewat filter udara
atau lubang pernapasan sehingga air masuk ke mesin dan terjadi water
hammer.

Jika air masuk ke ruang bakar dan
terjadi water hammer maka piston akan bengkok karena seperti dipukul
benda keras dengan kuat. Bahkan, kruk as dan klep harus diganti.

Selain itu, jangan mengerem secara
tiba-tiba di dekat lubang. Selain rawan menyebabkan motor terpelanting,
juga akan menyulitkan kendaraan lain bermanuver untuk mengimbangi
gerakan kita. “Bahkan, kita bisa tertabrak. Di sinilah perlunya jarak
pandang yang jelas,” ucap Makotapi.

3. Teknik pengereman yang tepat

Teknik berkendara lainnya yang tak kalah
penting adalah pengereman. Bila ingin mengerem, segera lepas tarikan
tuas gas dan pada saat itu juga tarik tuas rem depan secara bersama-sama
dengan injakan pedal rem belakang.

Pastikan kekuatan tarikan tuas rem depan
mencapai 70 persen. Adapun rem belakang cukup 30 persen. Hal itu
bertujuan agar, motor tak terpelanting.

Satu hal yang patut diingat, tarik tuas
rem depan dengan menggunakan empat jari namun jangan mengentak secara
tiba-tiba, hal itu untuk menghindari kanvas rem terkunci. Sebab bila itu
terjadi, maka motor akan terpelanting.

Setelah motor terhenti, segera menoleh
ke bagian kiri dan belakang. Hal itu dimaksudkan untuk mengantisipasi
bila ada kendaraan lain yang melaju dari arah belakang dan tidak sesuai
dengan laju yang tidak terkendali.

Selain itu, perhatikan laju kecepatan
motor kita. Jangan memacu motor dengan kecepatan di atas 30 kilometer
per jam. Bahkan bila hujan semakin deras sebaiknya menurunkan tingkat
kecepatan.

Tips Aman Berkendara Saat Hujan

Untuk Mobil

Musim hujan telah tiba, tentu sebagai pengendara harus mempersiapkan segala sesuatunya untuk tetap
bisa berkendara dengan aman. Seperti apa kiat-kiat mengendara mobil yang
aman di kala hujan?

Jakarta Defensive Driving Consultant dan
Garda Oto pun memberikan tipsnya, seperti yang tercantum dalam siaran
pers yang diterima detikOto.

Berikut tipsnya:

1. Pelihara kecepatan sesuai dengan kondisi jarak pandang.

Pastikan
Anda mengemudi pada kecepatan yang disesuaikan dengan kondisi jarak
pandang, lingkungan sekitar apakah terdapat genangan air atau tidak
serta kondisi lapangan lainnya.

2. Gunakan selalu putaran mesin rendah

Hal
ini bertujuan untuk memelihara traksi roda tetap optimal. Jika Anda
menggunakan mobil dengan mesin bensin, jaga putaran mesin di angka 2.500
rpm. 

Namun bila Anda menggunakan mobil dengan mesin diesel,
Anda harus menjaga putaran mesin di angka lebih rendah yaitu, 1.800 rpm.
Hal tersebut dibutuhkan agar mobil Anda tidak mengalami sliding.

3. Hidupkan lampu pada day time atau lampu kecil. 

Seringkali
para pengemudi mobil menggunakan lampu hazards saat kondisi hujan.
Lampu hazards dapat mengganggu pandangan pengemudi lainnya. Sebaiknya
Anda menggunakan lampu day time agar tidak mengganggu pengendara lain.

4. Perhatikan jarak pengereman.

Saat
kondisi hujan, proses pengereman akan membutuhkan lajur yang lebih
panjang dari pada saat kondisi kering. Anda harus mengatur jarak
pengereman lebih jauh dari biasanya. Agar kendaraan anda bisa berhenti
dengan tepat.

5. Hindari kecepatan tinggi pada genangan air tipis.

Saat
mobil melewati genangan air tipis, ban tidak dapat mencengkram jalan
dengan baik, saat itu mobil berpotensi mengalami aquaplaning atau
melayang. Akibatnya, mobil Anda akan tidak stabil saat melaju.

6. Hindari genangan air melebihi satu jengkal tinggi knalpot Anda.

Genangan
air tinggi dapat mengakibatkan mobil Anda mogok dan merusak mesin mobil
Anda, sebaiknya Anda tidak menerobos genangan air tinggi terlebih
banjir.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *