Mengetahui Pacar Yang Bohong

  • Whatsapp

Mengetahui Pacar Yang Bohong – Apakah pernah kalian tau kalau diantara pacar-pacar kalian
berbicara bohong saat berbicara dengan kalian? tapi kalian tidak tahu
nah untuk mengetahuinya Makotapi memberikan beberapa cara atau tips
dikarenakan salah satu sarana ampuh mempertahankan hubungan cinta adalah
menjalin komunikasi yang lancar, komunikasi yang jujur. Masalahnya,
mengapa orang takut berkata jujur?

Orang berbohong karena orang merasa
tidak nyaman jika mengatakan kebenaran. Jika berbohong, kata Dr Jackie
Black dalam bukunya berjudul Meeting Your Match: Cracking The Code to
Successful Relationship, laki-laki akan menjadi tidak setegas biasanya.
Jika menghadapi pertanyaan langsung, laki-laki akan mengelak atau
menjawab “tidak tahu”. 

Mengetahui Pacar Yang Bohong

Untuk mengetahui apakah pasangan Anda berbohong
atau tidak, Anda tidak perlu mesin poligraf. Anda hanya cukup
memperhatikan gerak-geriknya:

Menyentuh hidung
Salah satu gelagat paling kelihatan ketika orang berbohong adalah sering
menyentuh hidungnya. Gatal? Mungkin ya. Tapi mungkin juga tidak jika
dihadapkan pada konteks pembicaraan serius. Sekalipun menyentuh hidung
tidak bisa dibilang secara tegas dan pasti bahwa itu adalah bahasa
kebohongan, gerakan menyentuh hidung secara tak sadar itu bisa menjadi
indikasi langsung bahwa orang tak siap berkata apa adanya. Pada titik
ini Anda bisa belajar dari pengalaman dan kebiasaan orang yang berkata
tidak benar dan jujur. Saat itu, tanpa sadar dan tanpa sengaja, mereka
akan menyentuh hidungnya.

Gaya bicara
Orang yang tidak berbohong biasanya langsung menjawab pertanyaan Anda.
Anda tanya itu, dia akan jawab itu. Sederhana saja. Tapi perhatikan
perubahan gaya bicaranya. Jika dia berbohong, gaya bicaranya akan
berubah. Yang dulunya sederhana, kini berubah rumit. Kompleks.
Kalimatnya menjadi sangat panjang, bertele-tele, sering tak menyentuh
isi dan tak menjawab pertanyaan. Bisa jadi diksinya dipaksa rumit dan
terkesan “wah”, intelektual dan berisi. Padahal logikanya sering kusut.
Tak nyambung. Antara satu hal dan hal lain tak saling berkaitan. Semacam
ada lompatan yang patah. Sekalipun poin ini pun tak bisa dipersiskan
sebagai tanda bahwa orang pasti berbohong, kejelian tetap saja
dibutuhkan untuk memegang ekor kesalahan logika (berpikir maupun
berbahasa).

Kelakuan yang berbeda dari biasanya
Tanda lain yang bisa Anda pegang dari orang yang tak berkata jujur
adalah kelakuan yang berbeda. Lain dari biasanya. Anda harus ingat bahwa
kelakuan atau tindakan berhubungan dengan pikirannya. Kalau dia tak
ingin Anda tahu apa yang terjadi sebenarnya, gerakannya pasti mendukung.
Ada beberapa gerakan atau kelakuan yang bisa Anda perhatikan, antara
lain, menggosok leher atau mata, menutupi mulut ketika berbicara,
menggaruk-garuk kepala atau memegang telinga, dan menggerakkan leher
tapi tak sesuai dengan kalimatnya sendiri. Menggosok mata, misalnya. 

Dalam ilmu psikologi, gerakan itu bisa menjadi representasi dari
penolakannya, bentuk pengalihan emosinya. Demikian pun menutup mulut.
Apalagi setelah berbicara, orang itu cepat-cepat menutup mulut dan
sedikit kaget. Itu satu tanda yang jelas. Atau juga menggaruk-garukan
kepala. 

Coba Anda perhatikan baik-baik kelakuannya. Kalau dia berkata
jujur dan benar, dia tak perlu menggarukkan kepalanya. Menggaruk kepala
punya hubungan erat dengan mekanisme perlindungan diri. Semacam tindakan
untuk mengalihkan perhatian dan pembicaraan orang lain. Demikian juga
dengan gerakan menggosok leher. Gerakan itu bisa merupakan bentuk
pengalihan emosinya.

Jeda dan kesalahan bicara
Ini terjadi disebabkan ketidaksiapan berbohong. Orang yang tidak siap
berbohong akan gelagapan, gagap atau terbata-bata dalam mengantisipasi
pernyataan atau konfirmasi, bahkan salah menjawab atau berbicara. Jeda
yang terlalu panjang dalam pembicaraan pun bisa menjadi indikator. Itu
artinya orang itu berpikir panjang bagaimana mesti mengatakan sesuatu. 

Meskipun elemen ini juga tidak bisa dijadikan patokan pasti, elemen ini
tetap saja perlu diperhatikan dalam dialog atau upaya menyingkap
kebenaran. Untuk itu, Anda tetap harus mengetahui perilaku dasar orang
itu, mempelajari pola bicara, bahasa tubuh dan ekspresi wajah. Cermati
kapan perubahannya. Karena itu, sebisa mungkin hindari komunikasi via
SMS, telepon atau email. Tanpa berhadapan langsung, Anda akan sulit
mengamati perubahan yang terjadi. Itu berarti Anda juga akan sulit tahu
apakah dia berbohong atau tidak.

Bertolak belakang
Seseorang yang suka berkata tak jujur kemungkinan besar sangat benci
yang namanya detail atau rincian. Orang itu lebih suka berbicara hal-hal
umum. Mengapa? Karena hal-hal yang detail akan menyulitkannya untuk
mengatakan maksudnya. Mengatakan secara detail sama dengan membongkar
kebohongannya. Dan itu biasanya dihindari. Kalau pun dia mencoba bermain
dengan hal-hal yang rinci, pasti ada yang tak nyambung. 

Karena itu,
kalau Anda ingin tahu apakah dia berbohong atau tidak, ajak dia bermain
dengan hal-hal kecil dan rinci. Kalau dia mulai sulit dan tak bisa runut
dengan jelas, kemungkinan besar dia sudah membohongi Anda. Apalagi
kalau dia marah ketika Anda menyoal hal-hal itu. Atau dia menghindar.
Itu indikator yang jelas.

Rona wajah
Kalau Anda berbicara dengan seseorang, perhatikan rona wajahnya. Kalau
rona wajahnya tidak berubah seperti sebelumnya, Anda masih bisa percaya
pada orang itu. Tapi ketika Anda menyentil sesuatu dan rona wajahnya
tiba-tiba berubah, sekalipun dia mangatakan “tidak”, dia sedang
menyembunyikan sesuatu. Atau juga dia kaget dan kemudian takut
kalau-kalau Anda mengetahui maksudnya. 

Jika sudah demikian, Anda akan
dengan mudah memancingnya untuk mengatakan yang sebenarnya. Pandanglah
matanya dan perhatikan rona wajahnya. Ingat, pembohong yang hebat pun
pasti tak mampu mengendalikan gerak spontan otot-otot wajah bagian atas.
Otot wajah bagian atas itu bereaksi sangat cepat sesuai dengan emosi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *