Keliling Medan 24 Jam Yang Menyenangkan

  • Whatsapp

Keliling Medan 24 Jam – Tapi, bagaimana kalau Anda hanya punya 24 jam di kota ini? Jangan
kuatir! Siapkan tubuh yang fit, mandilah pagi-pagi, keluarlah dari
“sarang” alias hotel pukul 06.00 WIB.

Pagi hari, beranjaklah
ke Jl Sei Deli untuk mencicipi Soto Medan di RM Sinar Pagi. Soto di
rumah makan ini sudah terkenal kenikmatannya. Jangan kaget saat melihat
warga Medan sarapan dengan menu yang “berat”. Ada soto yang berkuah
kental, sop ayam, dan sop daging yang bisa dipilih sesuai selera.

Read More

img

Kebutuhan
makan pagi sudah tercukupi, saatnya memulai aktivitas hari ini. Pukul
08.00 WIB, beranjaklah ke Masjid Raya Medan. Masjid tua ini punya gaya
arsitektur yang mirip dengan Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh.
Anda bisa berkeliling masjid dan mengambil beberapa fotonya selagi masih
sepi.

Pukul 10.00 WIB, saatnya beranjak ke Istana Maimoon yang
letaknya tak jauh dari Masjid Raya Medan. Dibangun pada 1888 oleh Sultan
Deli, istana ini kental oleh unsur kebudayaan Melayu. Setelah keliling
istana, jangan dulu pulang! Masukilah halaman istana dan temukanlah
Meriam Menangis. Ya, konon meriam ini mengeluarkan air mata!

Pukul
12.00 WIB, saatnya makan siang. Beranjaklah ke Jl Ahmad Yani dan
temukanlah Tip Top. Restoran ini sudah ada sejak tahun 1934.
Keberadaannya bisa disejajarkan dengan restoran Braga Permai di Bandung
atau gerai eskrim Ragusa di Jakarta. Ada beragam makanan yang patut
dicoba mulai dari masakan ala barat, Indonesia, bakery, hingga eskrim
yang dibuat secara tradisional.

Pukul 13.00 WIB. Perut sudah
terisi, saatnya jalan lagi. Eits, tak usah jauh-jauh dulu.
Menyeberanglah ke Rumah Tjong A Fie, persis di depan Tip Top. Tjong A
Fie adalah seorang pengusaha Tionghoa yang sukses membangun bisnis besar
dalam bidang perkebunan di Sumatera. Rumah ini didesain dengan gaya
arstitektur Tionghoa, Eropa, Melayu dan art-deco. Di rumah ini, Anda
bisa mengetahui sejarah kehidupan Tjong A Fie lewat foto dan beragam
barang berharga di dalam rumahnya.

Pukul 15.00 WIB, cegatlah
becak motor dan bertolaklah ke Jl Teuku Umar No 18 di kawasan Kampung
Keling. Tujuan Anda berikutnya adalah Kuil Shri Mariamman. Inilah kuil
Hindu tertua di Kota Medan, dibangun pada 1876. Kuil ini dibuka pukul
05.30-12.00 WIB, dan 16.00-20.00 WIB. Sambil menunggu kuil dibuka, Anda
mencicipi nasi pecel dengan rempeyek kacang di warung yang berlokasi
persis di depan kuil.

Warna-warni. Itulah kesan pertama saat Anda
memasuki Kuil Shri Mariamman. Lampu kristal menggantung cantik di bawah
langit-langit berdekor menawan. Patung dewa-dewi Hindu berderet apik.
Tak hanya di dalam kuil, patung-patung ini juga mewarnai bagian luar
kuil. Cantik!

Pukul 17.00 WIB, saatnya beranjak ke destinasi
wisata religi selanjutnya. Namanya Gereja Maria Annai Velangkani, yang
berlokasi di Jl Sakura III No 10 Taman Sakura Indah, Tanjung Selamat.
Ini bukanlah sembarang gereja. Dulu tempat ini adalah kuil peribadatan
umat Hindu keturunan India, alias Suku Tamil, di Kota Medan.

Sekarang,
gereja ini adalah pusat ziarah yang dibangun Keuskupan Agung di
Indonesia. Arsitekturnya bergaya Mogul, dengan ornamen yang menyiratkan
ayat-ayat di kitab suci. Gereja Maria Annai Velangkani adalah perpaduan
arsitektur India, China, dan Batak. Harmonis!

Hari beranjak
senja. Saatnya Anda mencari suvenir dan pernak-pernik khas Medan.
Cegatlah becak motor dan bertolaklah ke Pajak Ikan Lama yang berlokasi
di kawasan Kesawan. Sejak Kesultanan Deli berkuasa, Kesawan sudah jadi
sentra jual-beli masyarakat. Pajak Ikan Lama adalah tempat Anda belanja
suvenir berupa kerajinan tekstil, termasuk ulos khas Batak yang terkenal
itu.

Pukul 20.00 WIB saatnya beranjak ke Jl Kruing untuk membeli
Bolu Meranti. Di jalan ini pula, berderet toko oleh-oleh khas Medan
seperti bika ambon dan pancake duren. Anda bisa membelinya dalam jumlah
besar untuk oleh-oleh.

Tapi kalau agenda belanja dirasa sudah
cukup, Anda bisa langsung beranjak ke Merdeka Walk untuk makan malam.
Tempat wisata kuliner ini jadi tempat nongkrong favorit warga Medan dan
wisatawan. Anda bisa mencicipi beragam kuliner, baik lokal maupun
western. Oh ya, dijual juga pancake duren yang sangat nikmat itu!

Pukul
23.00-01.00 WIB dini hari adalah waktunya berburu durian di sekeliling
Merdeka Walk. Datangilah Jl Adam Malik dan Jl Iskandar Muda untuk
mencicipi durian khas Medan yang terkenal kelezatannya. Warga Medan
menyebut tempat ini sebagai Durjong (Durian Jongkok). Sesuai namanya,
makan durian sambil jongkok!

Nah, mulai pukul 02.00 WIB, Anda
bisa pulang ke hotel untuk beristirahat. Tapi kalau belum puas,
datanglah ke Teh Susu Telur (TST) di Jl Puri dan Jl Halat. Minuman ini
bisa dibeli di warung-warung yang berderet sepanjang jalan. Rasanya
nikmat, ampuh untuk mengusir dingin dan menghabiskan malam.

Belum
capek juga? Pukul 04.00 WIB beranjaklah ke kawasan Padang Bulan. Di
sana terdapat Pasar Pagi yang sudah ramai mulai dini hari. Inilah tempat
Anda berburu buah dan sayuran segar langsung dari Pasar Brastagi.

Tepat pukul 05.00 WIB, berakhirlah 24 jam yang menakjubkan di Kota Medan. Walaupun letih, tapi pengalamannya segudang!

Sumber /travel.detik.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *