Semangat Wakaf Produktif dari ACT untuk Medan

Semangat Wakaf Produktif Dari ACT Untuk Medan
Semangat Wakaf Produktif Dari ACT Untuk Medan

CERITAMEDAN.COM, Medan – Semangat membangun dan memberdayakan umat melalui wakaf terus bergema di penjuru negeri. Edukasi nilai-nilai wakaf yang produktif menjadi salah satu hal yang terus digaungkan dalam ragam kanal sosialisasi. Waqf Business Forum (WBF) berperan sebagai media efektif dalam mensyiarkan hebatnya formula dan dampak yang bisa dihasilkan dari salah satu bentuk filantropi Islam ini.

Gelaran kedua WBF di Kota Medan diadakandi Hotel Polonia oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Utara bekerjasama dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) perwakilan Kota Medan, Sabtu (2/12/2017). Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kota Medan Ahmad Zuhri, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Medan Ceko Wakhda Ritonga,Vice President of Communication Department Iqbal Setyarso, Presiden Global Wakaf Corporation Imam Teguh Saptono, dan Direktur Bisnis Global Wakaf Corporation sekaligus Komisioner Badan Wakaf Indonesia (BWI), J.E Robbyantono.

Sekitar 90 peserta secara antusias memadati area di bilangan tengah Kota Medan sejak pagi. Mereka berasal dari berbagai kalangan, seperti pelaku bisnis, pemilik perusahaan, UMKM, pengajian, dan ragam komunitas yang berasal dari Sumatera Utara.

Melalui Wakaf Bisnis Forum, Global Wakaf Corporation dan  Global Wakaf Foundation mengajak segenap Muslim untuk bersama-sama bersinergi wujudkan kesejahteraan umat melalui wakaf. Iqbal Setyarso dalam paparannya mengungkapkan, kebaikan atau aksi filantropis yang dilakukan secara masif mampu melipatgandakan maslahat yang luas bagi umat.

“Wakaf itu puncak filantropi Islam, maka kita mesti mengamalkannnya dengan puncak kesungguhan dan kesanggupan untuk mewujudkan puncak kejayaan umat. Salah satunya melalui wakaf saham,” jelas Iqbal.

Ia lantas menjelaskan bagaimana model wakaf produktif nyata menjadi energi yang membangun umat. Hal ini sebagaimana yang telah GWF lakukan di berbagai pelosok negeri. Salah satunya pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Selain pemaparan mengenai dampak besar wakaf, WBF juga mengajak peserta untuk mengenal lebih jauh terkait wakaf saham. Imam T. Saptono selaku Presiden GWC mengatakan, ketika wakif mewakafkan sahamnya, maka saham tersebut dimiliki seutuhnya oleh Allah.

“Calon wakif yang ingin mewakafkan saham perusahaannya untuk Allah bisa 10% atau lebih, akan kami (GWC) kelola agar semakin optimal. Hasil pengelolaan saham tersebut kemudian ditujukan untuk maukuf’alaih dalam ragam program kemanusiaan melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT), seperti pendidikan, kesehatan, peternakan, pertanian dan sarana-prasarana lainnya,” imbuh Imam T. Saptono.

Hingga kini, GWC mendapat amanah untuk mengelola sekitar 30 perusahaan yang sebagian sahamnya telah diwakafkan untuk Allah.

WBF akan terus diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia untuk semakin memperluas literasi wakaf kepada umat. Kedepannya diharapkan praktik wakaf produktif kian gencar di Indonesia dengan sederet aset wakaf yang memberdayakan umat. Sebagaimana kisah hebat portofolio aset wakaf para sahabat Rasullullah SAW yang masyhur dalam membangun peradaban umat bahkan terus hingga kini.***(CM/PR)

KOMENTAR

BACA JUGA