IBX5A49C9BC313D6 Sektor Bisnis di Pulau Nias bersinergi untuk Pemenuhan Hak Anak | Cerita Medan

Sektor Bisnis di Pulau Nias Bersinergi untuk Pemenuhan Hak Anak

Sektor Bisnis di Pulau Nias bersinergi untuk Pemenuhan Hak Anak
Sektor Bisnis di Pulau Nias bersinergi untuk Pemenuhan Hak Anak

CERITAMEDAN.COM – Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Cabang Nias terus bekerja untuk menggandeng lebih banyak pihak dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Awal Desember 2017 melalui Coffee Morning menggagas Forum Dunia Usaha Sahabat Anak di satu Cafe di Gunungsitoli, Pulau Nias, Direktur PKPA, Keumala Dewi dan jajaran kerja PKPA Cabang Nias berdiskusi dengan 40 orang dari beberapa sektor seperti BUMN yaitu dari Bank Sumut, BRI, BNI, Astra Honda Motor, lembaga budaya Nias, RRI, LSM, kepala desa, Dinas Tenaga Kerja, Dinas P5A dan SKPD lain.

Coffee morning sahabat anak tersebut dibuka Walikota Gunungsitoli, diwakili Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A), Soginoto Dakhi, S.Pd, SKM, MM, M.Kes, yang menyampaikan pentingnya semua sektor bekerja bersama dengan mengambil peran dan bagiannya masing-masing. “Apalagi, sekarang ini Gunungsitoli sedang mengembangkan Kota Layak Anak (KLA), sehingga diharapkan peran kita terus meningkat untuk mendukungnya”, harap Soginoto.

Kegiatan ini menghadirkan pemateri Abdul Hamid, Manager CSR Bank Sumut, yang menekankan pada aspek potensi peluang dan kemitraan program CSR dan Keumala Dewi, Manager PKPA yang mempresentasikan road map menuju Indonesia bebas pekerja anak tahun 2022 dan sharing pengalaman PKPA terkait program-program pembangunan masyarakat serta penampilan video testimoni dampingan program PKPA.

Pada sesi dialog, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Nias menyoroti masih banyaknya pekerja anak di Nias. “Ekonomi keluarga yang kurang, putus sekolah maupun masih rendahnya tanggungjawab keluarga terhadap anak kami lihat menjadi faktor dominan masih tingginya jumlah pekerja anak di Kabupaten Nias” ujar Kadis Naker, Ingati Hura.

Di akhir kegiatan, peserta bersepakat untuk meningkatkan kepedulian multipihak untuk menjadi sahabat anak melalui penanda-tanganan komitmen bersama untuk menghargai dan penuhi hak anak di Kepulauan Nias.***(CM/PR)

KOMENTAR

BACA JUGA