“Berani Kreatif” Jadikan Guru Lebih Berpengaruh di Ranah Digital

Berani Kreatif Jadikan Guru Lebih Berpengaruh Di Ranah Digital
Berani Kreatif Jadikan Guru Lebih Berpengaruh Di Ranah Digital

CERITAMEDAN.COM, Sumut – Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akan memberi peluang yang besar bagi guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang lebih menarik. Dengan mengoptimalkan fungsi TIK, maka makna belajar bisa lebih luas karena tidak lagi hanya terbatas pada ruang kelas.

Melalui seminar Berani Kreatif (Menjawab Tantangan, Menumbuhkan Karakter, serta Memperluas Pengaruh di Ranah Digital) kali ini, Djalaluddin Pane Foundation dengan program unggulannya yaitu Teacher Competency Development Program (TCDP), mengajak seluruh komponen pendidikan, terutama guru, untuk bergerak dan berperan aktif dalam menanggapi perubahan dan dinamika yang akan terus berlangsung dalam dunia pendidikan.

Seminar ini merupakan rangkaian awal dari program TCDP yang tahun ini akan dilaksanakan di Labuhanbatu Selatan. Dengan mengusung tema “Berani Kreatif”, TCDP diharapkan dapat menjadi jembatan yang kuat untuk membantu guru memaksimalkan kreatifitas mengajar mereka dengan memanfaatkan TIK.

Menurut UNDP (2005:121-123) potensi, peluang, dan manfaat penggunaan TIK dalam pendidikan banyak ragamnya. Kapasitas TIK untuk mencapai siswa di mana saja dan kapan saja membawa perubahan revolusioner dalam paradigma pendidikan tradisional dengan menghilangkan premis bahwa waktu belajar sama dengan waktu di dalam kelas.

Maka dengan semangat yang sama, tahun ini TCDP di Labuhanbatu Selatan juga diharapkan dapat membantu guru agar mampu memaksimalkan peran mereka dalam menciptakan dunia digital yang lebih positif dan ramah bagi para remaja. Hal ini berangkat dari banyaknya penelitian yang menjelaskan bahwa penggunaan internet dan smartphone telah menjadi rutinitas yang hampir tak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari masyarakat saat ini, terutama para remaja.

Fungsi pengawasan dalam aktivitas digital menjadi kian penting karena dunia digital adalah dunia yang bebas hambatan, setiap orang bisa mengakses apa saja dan dimana saja. Dengan nihilnya bimbingan, karakter, serta pola pikir yang bijak, konten-konten negatif yang sering muncul di dalamnya akan menjadi makanan yang secara perlahan membentuk serta mengubah perilaku remaja secara signifikan.

Hal ini tentu juga akan memengaruhi dunia pendidikan. Karena seyogyanya, mengajar adalah tentang bagaimana menanamkan nilai-nilai luhur hingga dapat menciptakan generasi yang bukan saja cerdas secara intelektual tapi juga secara emosional.

Seminar ini bertujuan untuk mengajak dan membangkitkan kembali awareness para guru agar mampu menjawab tantangan, menumbuhkan karakter dan memperluas pengaruh mereka di dunia digital. Sekaligus ajakan kepada banyak pihak agar bergerak bersama, memberdayakan medium teknologi sebagai salah satu solusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Menjawab tantangan dimaksudkan sebagai suatu solusi atas fenomena dunia digital saat ini. Jarak yang menjadi pemisah antara (meminjam istilah Marc Prensky) Digital Native dan Digital Imigrant dalam memanfaatkan TIK, harusnya tidak lagi menjadi halangan bagi para guru untuk berkreatifitas dan ikut aktif di dunia digital.

Menumbuhkan karakter adalah fungsi pengawasan oleh Guru untuk menjaga agar dunia digital menjadi tempat yang aman, tempat yang ramah, serta medium yang bermanfaat untuk meyebarkan ruh pendidikan karakter. Sehingga dengan demikian, para remaja akan belajar menciptakan self branding yang positif dan menginspirasi teman-temannya untuk melakukan hal yang sama.

Kemudian Memperluas Pengaruh merupakan suatu ajakan untuk bergerak bersama, agar pengaruh guru tidak hanya berhenti ketika jam di kelas selesai. Dengan semangat untuk memperluas pengaruh di ranah digital, maka akan muncul banyak sosok guru inspiratif yang mampu memberi manfaat lebih dan memperkokoh fondasi pendidikan, hingga dunia pendidikan di negeri ini menjadi lebih baik setiap harinya.

Komponen-komponen di atas dihadirkan melalui 3 pembicara yang hadir dalam seminar pada tanggal 20 Juli 2017, di Universitas Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan. Ketiga pembicara tersebut antara lain adalah Dedi Dwitagama, M.M. M.Si, seorang Guru sekaligus trainer dan motivator pendidikan dari Jakarta, Dirawan, SE. M.Pd.I yang merupakan Kepala Sekolah dari Nurul Ikhwan Konsesi, serta Taufiq Siddiq Azvi, Ketua Djalaluddin Pane Foundation.

Teknologi akan terus berkembang, isu pendidikan akan semakin lebih kompleks, dan guru, mau tidak mau, harus membuka mata dan pikiran mereka akan fenomena-fenomena tersebut. Membuka mata, bertindak, dan memperluas pengaruh dimanapun peserta didiknya berada, termasuk juga di dunia digital.***(CM/PR)

KOMENTAR

BACA JUGA