ASPEKAT Bibitkan 7.000 Pohon Kopi Varietas Unggul di Taput

ASPEKAT Bibitkan 7.000 Pohon Kopi Varietas Unggul di Taput
ASPEKAT Bibitkan 7.000 Pohon Kopi Varietas Unggul di Taput

CERITAMEDAN.COM, Sumut – Pada tanggal 16 Juni 2017 sebanyak 23 orang petani yang tergabung dengan Asosiasi Petani Kopi Aman Terpadu (ASPEKAT) berhasil membibitkan 7.000 pohon kopi varietas unggul. Bibit ini merupakan bantuan benih dari Starbucks pada kunjungan kerjasama lapangan dengan Conservation International (CI) di bulan Maret tahun 2016 yang lalu. Selanjutnya, ASPEKAT didampingi oleh CI secara rutin untuk penerapan praktek- praktek pertanian yang lestari. Varietas unggul ini akan mendukung perekonomian masyarakat sekaligus juga menjaga kelestarian alam di wilayah mereka.

Desa Hutaginjang merupakan daerah dataran tinggi terletak di selatan danau toba yang merupakan daerah kawasan tangkapan air dan penghasil kopi Arabika sejak lama. Kopi merupakan komoditas perkebunan yang paling banyak diperdagangkan dan merupakan tanaman tahunan yang bisa mencapai umur produktif selama 20 tahun. Namun, para petani di dusun ini mengeluhkan turunnya produktivitas kopi mereka akibat usia tanaman yang sudah tua serta perubahan cuaca yang tak terprediksi. Untuk mengganti tanaman kopi tersebut, petani sangat kesulitan karena tidak ada akses pasar untuk membeli bibit kopi yang unggul dan berkualitas.

Menjawab tantangan ini, CI bekerjasama dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) melakukan kegiatan pendampingan berupa: pembentukan asosiasi petani, pembuatan rumah kompos dan pembibitan kopi, serta mengadakan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kapasitas para petani. Solusi untuk mengatasi kesulitan memperoleh bibit kopi yang unggul, yaitu dengan memfasilitasi asosiasi petani melakukan pembibitan secara mandiri.

Petani merasakan manfaat yang besar dari kegiatan ini. “Kami sangat bangga dapat dibina oleh CI dan didampingi oleh PPL yang telah banyak memberikan ilmu tentang tanaman kopi melalui Sekolah Lapang. Saat ini, bibit kopi kami sudah bagus dan siap ditaman untuk menggantikan pohon kopi tua yang tidak berproduksi lagi,” ujar Welseng Simaremare (Anggota ASPEKAT).

Benih kopi berasal dari Pusat Penelitan Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka), kemudian diederkan oleh ASPEKAT selama lebih kurang 6 bulan. Hasilnya, sebanyak 7.000 bibit varietas unggul Lini S 795 dan Komasti siap dipindahkan ke kebun masyarakat. Diperkirakan 5 ha akan ditanami dengan bibit unggul ini dan diharapkan dapat meningkatkan hasil 80% lebih tinggi daripada produksi saat ini. Selain itu, para petani juga sudah mampu membuat 4 ton pupuk kompos per harinya.

Semangat para petani dan PPL untuk program ini sangat tinggi. “Sekarang kami sudah paham menyeleksi bibit dan melakukan proses persemaian yang baik. Kami akan membuat demoplot pembibitan benih lanjutan serta produksi kompos dan pupuk cair untuk memenuhi kebutuhan kami dan juga berpeluang untuk dipasarkan ke petani yang lain. Bukan hanya kebun kopi yang kami pupuk, tapi semangat dan ilmu ini pun perlu terus dipupuk untuk dikembangkan di masa depan,” kata Togi Siregar (PPL Dinas Pertanian Kecamatan Muara).

“Praktek pertanian yang diterapkan disini sangat memperhatikan prinsip konservasi dengan tujuan mendukung pelestarian kawasan tangkapan air danau Toba yang luasnya sekitar 263,989 ha. Danau toba adalah ekosistem yang sangat penting bukan saja karena tingkat keanekaragaman hayatinya yang tinggi, tetapi juga perannya sebagai sumber mata pencaharian dan sumber energi bagi sebagian masyarakat Sumatra Utara. Kami sangat mendukung program pemerintah menjadikan restorasi dan rehabilitasi danau Toba sebagai salah satu prioritas pembangunan pariwisata di Indonesia,” jelas Fitri Hasibuan (North Sumatera Sustainable Landscape Program Manager).

Penyerahan Bibit Kopi secara simbolik olh Kepala Dinas Pertanian Kab. Taput kepada Ketua ASPEKAT
Penyerahan Bibit Kopi Oleh Kepala Dinas Pertanian Kab. Taput kepada Ketua ASPEKAT

Ir. Tonny Liston Simangunsong, M.Si (Kepala Dinas Pertanian) memuji kinerja para petani. Dirinya mengatakan, ASPEKAT dapat menjadi penangkar benih dan menyediakan bibit kopi unggul untuk kebutuhan di Taput. Saya menghimbau untuk jangan pernah ragu melanjutkan pembibitan serta menerapkan ilmu yang telah diberikan CI. Harapan saya, kegiatan ini dapat terus dikembangkan dan dipertahankan dengan kualitas yang sama.***(CM/PR)

KOMENTAR

BACA JUGA