Sanaam Mayta Situmorang, Novelis Muda dari USU

Sanaam Mayta Situmorang
Sanaam Mayta Situmorang

CERITAMEDAN.COM, Medan – Sanaam Mayta Situmorang, seorang penulis sekaligus mahasiwi Ilmu Komunikasi FISIP USU. Gadis yang akrab dipanggil Sam ini telah berhasil menerbitkan tiga novel karyanya sendiri. Di era milleneal ini, akan sangat sulit menjumpai anak muda yang suka membaca buku apalagi hingga menerbitkan sebuah buku atau novel.

Berbeda dengan Sam, sejak kecil Ia dibiasakan untuk membaca. Bahkan setiap bulannya, orang tuanya memberikan uang tambahan kepadanya khusus untuk dibelikan buku apa saja yang disukainya. Kebiasaan ini pun sudah menjadi hal biasa dalam keluarganya.

Melalui membaca, Sam tertarik untuk mulai menggeluti bidang menulis. Awalnya Ia hanya menulis sebuah cerita-cerita pendek yang hanya tersimpan dalam catatannya sejak ia duduk dibangku smp hingga SMA. Akan tetapi, ketika Sam memasuki dunia perkuliahan membuatnya mendapatkan akses lebih luas dan motivasi yang lebih tinggi untuk menulis. Hingga pada akhirnya kumpulan-kumpulan cerita pendeknya menginspirasinya untuk membuat sebuah novel. Dan hingga saat ini ia telah berhasil menulis tiga buah novel bergenre Romance Thriller karangannya sendiri. Dua dari novelnya sudah diterbitkan pada tahun 2016 lalu dan novel lainnya masih dalam proses percetakan. Seorang gadis yang berusia yang menulis novel bergenre Romance Thriller ini membuatnya berbeda dengan penulis muda lainnya. Jika kita perhatikan bahwa anak muda saat ini lebih senang dengan kisah percintaan yang romantis dan menyenangkan. Dan Sam hadir memberikan warna baru dalam dunia kepenulisan yaang sesuai dengan passionnya.

Satu kalimat yang dapat dikutip dari Sam adalah “Tidak Peduli Kau Memiliki Warna Yang Berbeda, Atau Kau Miskin Diantara Mereka, Mimpimu Tidak Bisa Dianggap Sebelah Mata” yang perlu kita pahami bahwa dari manapun latar belakang kita, bagaimana keadaan kita, siapapun memiliki ruang dan kesempatan yang sama untuk bermimpi.Hal inilah yang memotivasinya untuk terus meraih impiannya dan melakukan segala sesuatu hal dengan baik.

Sam juga gemar memberikan pesan tersirat di setiap karya yang ditulisnya. Ia tertarik untuk menciptakan karya sastra tentang perempuan, karena menurutnya perempuan di zaman sekarang kebanyakan lemah dan sangat mudah ditaklukkan oleh lelaki, terutama dengan uang. Melalui novelnya, ia ingin semua wanita menjadi tangguh dan tidak mudah ditaklukkan. Menurutnya, wanita mampu mengerjakan sesuatu hal yang “lebih” dari lelaki dan membuat lelaki tidak berdaya dengan kecerdasan dan kemampuan yang dimiliki oleh seorang wanita. Ia juga ingin menyampaikan agar wanita jangan lemah karena cinta. Karena menurut Sam, cinta akan menguatkan semua insan manusia dan tidak akan menjadikan manusia lemah karenanya.

Novelnya yang berjudul Criminal Love berisi tentang cinta yang harusnya bisa menguatkan orang yang jatuh cinta bukan membawa orang-orang dalam kehancuran. Novel ini terinspirasi dari kisah nyata yang sering terjadi di lingkungannya. Sedangkan novel keduanya yang berjudul I Found Me, bercerita tentang banyaknya cibiran-cibiran orang lain yang dengan mudahnya merendahkan orang lain tanpa tau kebenarannya. Dengan novel ini, walaupun begitu banyak komentar negatif yang kita terima, dibalik itu semua pasti ada hikmah dan pelajaran yang bisa diambil dan malah bisa menjadi motivasi bagi diri sendiri.

Sam sangat berharap tulisannya dapat menginsiprasi dan dapat menjadi panutan bagi remaja seusianya. Menjadi orang tua yang memiliki anak berprestasi dan tidak takut untuk bermimpi merupakan suatu pencapaian yang patut diapresiasi. Budaya membaca dalam sebuah keluarga hendaklah diterapkan sejak dini. Pergi ke toko buku bersama-sama dan memilih buku yang tepat bagi anak dapat menjadi suatu kegiatan rutin yang menyenangkan. Hal ini juga dapat memupuk rasa kebersamaan antar anggota keluarga.***(CM/PR)

KOMENTAR

BACA JUGA