Peringatan Hari Air Dunia ke-25, Tampung Aspirasi Masyarakat Lewat Diskusi Publik

Peringatan Hari Air Dunia ke-25, Tampung Aspirasi Masyarakat Lewat Diskusi Publik
Peringatan Hari Air Dunia ke-25, Tampung Aspirasi Masyarakat Lewat Diskusi Publik

Hari Air Sedunia atau World Water Day  merupakan hari perayaan yang ditujukan untuk menarik perhatian masyarakat di belahan bumi mana pun akan pentingnya air bagi kehidupan serta untuk melindungi pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Dimana peringatan Hari Air Sedunia dilaksanakan setiap tanggal 22 Maret.

Badan Wilayah SUMUT II lakukan diskusi publik bersama stake holder dan para penggiat lingkungan (21/03/17). Kegiatan ini dilakukan setelah melaksanakan penyusuran Sungai Deli di hari pertama peringatan Hari Air Sedunia 20 Maret. Diskusi publik tersebut fokus membahas Sungai Deli.

Baru Panjaitan selaku ketua Badan Wilayah Sumatera Utara II membuka diskusi dengan memaparkan beberapa hal yang berkaitan dengan Sungai Deli. Setelah pengarungan Sungai Deli yang  laksanakan dihari pertama, kita akan  mengetahui keadaan Sungai Deli yang sebenarnya.

Selama ini permasalahan Sungai Deli bukan permasalahan yang harus di selesaikan oleh satu pihak. “Permasalahan Sungai Deli jelas bukanlah permasalahan satu sektor saja, namun berbagai pihak harus turut bersama-sama berpartisipasi dalam penanggulannya,” pungkas Baru Panjaitan.

Wakil wali kota Medan Ahyar Nasution turut hadir mendengar aspirasi juga memberikan beberapa solusi terkait masalah di Sungai Deli. Ahyar menyatakan perlunya koordinasi untuk menselaraskan sistem regulasi dalam pengelolaan sungai. “Masalah Sungai Deli mempunyai sistem regulasi yang sudah ditetapkan. Namun memang sejatinya kita tidak lantas berhenti berbuat. Yang perlu dilakukan adalah koordinasi dan komunikasi untuk mensinergikan program pelestarian,” ungkapnya.

“Pemerintah Kota Medan sendiri sudah punya rencana program yg disebut Resettelman, artinya kita tidak akan mengadakan penggusuran warga yang bermukim di bantaran Sungai Deli, namun rumah-rumah kita benahi agar layak huni,” tambahnya.

Darwis nasution perwakilan dari komunitas penggiat Sungai Deli Go River mengharapkan agar diskusi tidak berhenti pada hari ini namun ada aksi berkelanjutan. “Kita harapkan setelah ini kita adakan forum yang lebih intens membahas langkah kongkrit apa yang bisa kita lakukan bersama. Kami selaku komunitas penggiat sungai, pemerintah, serta stake holder yang terkait,” jelasnya. ***(CM/PR)

 

KOMENTAR

BACA JUGA