Meryem Aboulouafa, Hipnotis Penonton Lewat Suaranya

Meryem Aboulouafa, Hipnotis Penonton Lewat Suaranya
Meryem Aboulouafa, Hipnotis Penonton Lewat Suaranya

CERITAMEDAN.COM, Medan – Dalam rangka Festival Farncophonie 2017, Alliance Fraincaise Medan menyuguhkan sebuh konser musik yang bergenre pop folk. Konser musik ini mengundang seorang penyanyi asal Maroko, yaitu Meryem Aboulouafa dan juga empat musisi lainnya dari Itali, yaitu Rugierro Balzano, Andrea Cangianelo, Francesco Santalucia, dan Giordano Tricamo.

Penyanyi wanita yang merupakan penulis serta komponis kelahiran Casablanca ini benar-benar menampilkan sebuah musik yang berbeda dari konser musik lainnya pada Rabu malam di Maimun Ballroom Lantai 10, Hotel Heremes Medan. Dengan 16 lagu yang dibawakan Meryem dan empat temannya benar-benar menghipnotis penonton. Tak jarang sorak penonton atau gemuruh tepuk tangan dari penonton terdengar.

Kedatangan Meryem merupakan puncak dari festival francophonie atau  perayaan bahasa Perancis yang dirayakan dalam skala internasional pada bulan Maret ditiap tahunnya. Kehadiran Meryem di kota Medan adalah tujuan terakhir dari perjalanan konser musik yang mereka lakukan di Indonesia setelah melakukan konser di Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya.

Sebelum masuk ke acara konser puncak yang dibawakan Meryem, konser musik tersebut terlebih dahulu dibuka oleh band lokal, yaitu Shadow Play. Shadow play membuka konser dengan beberapa lagu yang didendangkan di depan tamu dan juga penonton.

Bagi semua kalangan, baik tua dan muda memang musik tidak lagi asing. Maka tak perlu heran jika pada konser musik Meryem tersebut yang hadir tidak hanya anak muda saja, tetapi juga ada orang tua yang memang sengaj ingin menikmati musik Barat dan Arab yang dibawakan Meryem.

Tidak hanya bernanyi saja Meryem juga turut memaikan beberapa alat musik sambil bernyanyi. Benar memang apa yang dikatakan, pada saat konferensi pers Selasa, 28 Maret 2016 bahawa mereka akan membawakan musik dengan nuansa yang berbeda.

“Mereka akan bawakan 16 lagu saat konser besok. Tentunya dari tiap musik yang diberikan akan berbeda-beda,” ulang Pogy Kurniawan kepada Media dalam bahasa Indonesia.

Musisi berhijab yang memulai pencarian musikalnya pada tahun 2012 ini tidak bernyanyi sendiri. Dia juga turut mengajak penonton bernanyi bersamanya pada lagunya yang berjudul ‘Smile’. Meryem membawa kita masuk ke dalam perjalanan musikalnya lewat lirik-liriknya yang mendalam dan pastinya juga lewat suaranya yang menghipnotis dan menembus jiwa.

Dari perjalanan konsernya sebelumnya di tiga kota, tidak termasuk Medan Meryem merasa bahwa Yogyakarta adalah kota yang paling berkesan dari kota lainnya. “Yogya very special place when we perfome,” katan wanita yang bersekolah di Konservatorium dan Sekolah Tinggi Seni Rupa itu.

Ini bukan kali pertama Alliance Francaise Medan mengundang musisi ke Medan. Tapi yang menjadi hal berbeda dari biasanya adalah musisi yang diundang kali ini adalah musisi wanita. Yang mana wanita kelahiran 1988 ini dibesarkan dengan musik folk dan pop.

Tidak hanya festival konser saja, rangkain kegiatan festival lainnya juga disuguhkan Alliance Francaise Medan, seperti Cineclub. Dimana Cineclub adalah festival film perancis yang diadakan sebanyak 6 kali setiap bulannya di di Auditorium Alliance Francaise Medan dan di Maple Theattre- Grand Asto City Hall Hotel Medan. pemutaran film ini diadakan setiap hari Jum’at dan Sabtu pada minggu ke dua dan ke empat setiap bulannya.

Festival-festival ini diharapkan dapat memberikan dampak yang positif baik dari segi hiburan dan edukasi khususnya bagi masyarakat kota Medan. *** (CM-06/Ika Rahmadani Lubis)

KOMENTAR

BACA JUGA