Bahaya, Selfie Pose Victory Perlu Dikurangi

Dua Jari Selfie Pose Victory
Selfie Pose Victory

Terlihat sempurna saat berfoto atau selfie adalah keinginan semua orang. Makanya sekarang banyak smartphone dengan resolusi kamera tinggi serta aplikasi kamera canggih yang bisa mempercantik hasil foto. Tapi selain kamera dan aplikasi, hasil foto yang cantik juga dipengaruhi oleh pose saat berfoto.

Selfie yang kini seakan sudah menjadi norma di era  media  sosial. Perkembangan teknologi, cepatnya internet, dan semakin terbukanya generasi masa kini terhadap dunia luar membuat selfie adalah sebuah kewajaran. Beragam pose seringkali digunakan saat selfie, misalnya saja pose dengan mengajungkan dua jari berbentuk huruf V.

Selfie sambil menggunakan pose dua jari sampai saat ini masih menjadi tren di seluruh dunia. Pose yang dilakukan dengan mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah berbentuk huruf V ini bisa memiliki arti victory atau kemenangan, atau bisa juga diartikan sebagai lambang kedamaian (peace). Maka tidak heran jika pose ini banyak digunakan ketika berfoto ria, baik itu foto bersama teman atau bahkan saat sedang selfie. Dapat kita lihat bahwa hampir semua orang ketika berfoto atau ber-selfie setidaknya pernah menggunakan pose dua jari.

Pose foto atau selfie dengan memosisikan dua jari di depan atau samping wajah memang bisa membuat hasil lebih menarik, tapi perlu kita kurangi. Ternayata selfie dengan pose seperti itu mengundang kejahatan. Dimana para penjahat cyber akan memanfaatkan sidik jari pengguna yang diperlihatkan di foto untuk disalahgunakan. Sebab ukuran sidik jari manusia bisa dilihat secara jelas lewat foto sekalipun dari jarak tiga meter. Tim peneliti di Japan National Institute of Informatics (NII) juga mengingatkan adanya bahaya pencurian sidik jari dari foto-foto dengan pose dua jari tersebut.

Teknologi yang canggih saat ini sangat memungkinkan pihak-pihak bertanggung jawab untuk mencuri identitas kita melalui sidik jari. Memang sebenarnya tidak hanya foto selfie dengan pose victory saja yang bisa terkena bahaya pencurian sidik jari, berfoto biasa namun menampakkan kontur jari dengan jelas juga punya resiko yang sama.

Kejadian ini pernah terjadi pada tahun 2014 lalu, seorang ahli keamanan bernama Jan Krissler telah berhasil membuat tiruan digital sidik jari dari menteri pertahanan Jerman. Dimana tiruan sidik jari digital itu didapat dari sebuah acara konferensi pers yang dihadiri sang menteri. Kemudian, Jan Krissler menggunakan software komersil untuk membuat tiruan sidik jari tersebut.

Bahaya lain yang dapat terjadi dari gaya foto selfie dengan pose victory adalah menyangkut keuangan. Yang mana  lewat  smartphone  sekarang ini, kebanyakan ponsel telah dilengkapi fitur NFC yang bisa digunakan untuk transaksi apapun hanya dengan otentifikasi sidik jari. Begitu akan melakukan transaksi, pengguna diharuskan untuk memindai sidik jari sebagai langkah persetujuan.

Memang bisa terjadi tapi hal itu benar-benar sulit dan hanya bisa dilakukan oleh orang yang benar-benar ahli. Selain itu untuk menangkap detail sidik jari dan membuat tiruan digitalnya juga akan sangat sulit. Namun bayangkan saja jika dengan begitu identitas kita bisa dicuri dan bisa disalah gunakan akan sangat berbahaya.

Kegiatan pencurian sidik jari melalui foto akan menjadi peluang baru dalam kejahatan cyber di masa mendatang. Terlebih dengan spesifikasi kamera smartphone yang terus meningkat tiap tahunnya. Imbasnya, peluang sidik jari tercuri akan semakin meningkat. Agar bisa terhindar hal kejahatan cyber seperti hal tersebut, kita sebagai pengguna smartphone harus lebih berhati-hati saat mengambil pose selfie demi mencegah hal buruk terjadi.*** (CM-06/Ika Rahmadani Lubis)

KOMENTAR

BACA JUGA