Nasihat Anak Medan untuk Para Begal

Nasihat Anak Medan Untuk Para Begal
Nasihat Anak Medan Untuk Para Begal

Kota Medan yang dikenal luas sebagai kota Metropolitan yang ke-3 setelah Jakarta dan Surabaya kini mulai membuat berbagai lapisan masyarakat tak hanya merasa beruntung karena kemajuan dan kemudahan fasilitas Kota nya yang banyak memberi dampak positif bagi kelangsungan hidup antar masyarakat, namun kini membuat masyarakat resah dengan munculnya sekumpulan orang tak bertanggungjawab yang didesak oleh kondisi ketidakmampuan secara finansial namun ingin memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara yang tak lazim dan merugikan masyarakat luas. Kondisi ini terjadi akibat salah satu dampak dari kemajuan Kota yang membuat kebutuhan hidup yang semakin tinggi tak berbanding lurus dengan produktifitas seseorang karena persaingan yang semakin sulit hingga membuat sekelompok orang mengambil jalan tengah dengan melakukan aksi kriminal seperti begal karena cara yang halal dianggap terlalu lama dan tidak mudah untuk dilakukan untuk mencapai kemajuan finansial.

Kumpulan geng begal di Indonesia telah menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat di berbagai kota besar di Indonesia. Tak hanya merampok barang-barang dan kendaraan dari korban, begal juga kerap kali membunuh ataupun menculik korban untuk menghilangkan jejak. Di Kota Medan khususnya, tak hanya satu dua kasus yang ditangani oleh aparat kepolisian. Mirisnya, pelaku begal masih berusia sekitar 16 tahun-an keatas yang masih masuk dalam usia belajar yang dinilai tak wajar dengan tindak criminal yang dilakukannya. Pelaku begal ini pun kini tak hanya mencari mangsa pada malam atau dini hari. Banyak laporan dari korban yang terkena aksi begal di jam-jam pagi hari juga sore hari saat kondisi jalanan sedang sepi. Pelaku begal juga tersebar di wilayah jalan raya, jalan sunyi, bahkan kampus sekalipun. Tetap berhati-hati saat bepergian telah menjadi kewajiban pengguna jalan raya. Karena mereka juga kerap kali mencari modus-modus agar tak dicurigai oleh sang korban dalam melakukan aksinya seperti Menjadi hantu pocong ditengah jalan, Melempar telur ke arah kaca mobil, Menanyakan alamat, Menjadi pengemis, Mengaku sebagai anggota TNI/Polri, dan berbagai modus lainnya.

Fenomena begal ini juga menarik perhatian banyak netizen untuk memberi komentar pada postingan Cerita Medan di akun Instagram @ceritamedancom beberapa waktu lalu. Sebagian besar menilai negatif tentang begal, sebagian lagi memberi komentar positif. Entah siapa yang harus disalahkan, fenomena begal ini kerap kali muncul di latar belakangi oleh kenakalan remaja nekat yang berada dibawah pengaruh obat-obatan terlarang seperti narkoba dan minuman keras seperti yang dikatakan oleh seorang netizen dengan akun @emnooor

“Stop Narkoba, clear! Itu aja akar masalahnya”

 

Ya, memang jika kita telaah lagi, remaja dengan usia dibawah 20 tahun tak logika jika melakukan tindak criminal nekat jika tak berada dibawah pengaruh narkoba. Pemilik akun @marsyazhafiraputri pun mengutarakan kekesalannya atas fenomena ini.

“Woii begal yg kokiranya motor ni kubeli pake daun jambu, enak aja mau ko rampas. kalo berani pake tangan kosong kita, jangan beraninya bawa parang opungmu aja kau”.

 

Komentar lain juga datang dari warga Medan tentang kekecewaannya akan Begal. Seperti yang di tulis oleh pemilik akun @triapratiwi.lubis

“Untuk begal, yang masih punya hati nuraninya kau bang, tega kali laa ko begal kami yang tak beduet ini, sama sama tak beduet nya kita bang, ko rampas tas kami, sampek kami beserak  dijalan, dapat apa ko rupanya bang, dapat dompet isi bon ko kan bang sama lipstik yang uda bepatahan yang mesti dikorek pake jarum pentol kan bang, uda kubilang kita sama sama orang susah, cuma bedanya cara kami halal cari duet kok kau aih payah bilanglaa, udahlaa bang sadar bang, uda hati lagi kenak begal bang gara gara abang itu selingkuh, eh jadi curhat pulak aku kan bang, dahlaa yaa bang sadar yaa bang, agak seram aja aku bang nengok kau nantik pas sakaratul mautnya bang dahlaa yaa cukup yaa dah sama kita kok sama sama tak beduet dahyaa”

 

Para netizen juga membayangkan betapa sedihnya keluarga korban atas tindak kriminal yang dilakukan oleh begal. Tak jarang, para begal ini tak segan – segan menghilangkan nyawa korbannya yang diperjelas oleh komentar @medanmotovlog.

“Ingat mamak mu lae, cemanalah cobak kalo mamak mu yang dibegal orang . Gak sedih ko rasa?”

 

Berbanding terbalik dengan kondisi ini, beberapa komplotan begal bernasib naas yang cepat tertangkap warga bagaikan angin surga bagi masyarakat yang menyaksikannya, seperti komentar @mrs.ve42

“Sepandai pandai nya kau membegal, akan terjatuh juga di keroyok orang !”.

 

Berkaitan dengan komentar diatas, pemilik akun @fachrulreza21 juga memberikan saran untuk menumpas kumpulan begal .

“Ada tau komplotan / sarang begal, atau ada tetangga kelen yang begal, cepat laporkan aja ke polisi. sebelum kelen yang kenak begal. dah itu aja.”

 

Disamping beberapa komentar kekecewaan para netizen, terdapat juga komentar positif yang bersifat membangun untuk abang – abang begal khususnya untuk mencari pekerjaan halal seperti yang diungkapkan @hajizahsimbolon

“Dari pada ko begal ngambek kereta orang, mending ko begal yang halal wakgeng. Jadi BeGal (Becak Galon) contohnya. Kan dapat duet jugak ko, senang mamak ko.”

 

Selain mencari pekerjaan halal, seorang netizen juga memberikan nasihat untuk menjadi anak muda yang bermanfaat yang dikomentari oleh pemilik akun @qamashsyara

“Biar apa jadi begal? biar keren? udah gak jaman bandel biar keren. Sekarang jamannya anak muda berkarya biar keren”.

 

Setelah nasihat, pemilik akun @ozproduction_zie juga memberikan contoh dari orang dekat nya yang berhasil menjadi orang yang lebih baik setelah meninggalkan aksi criminal ini.

“Bagus ngecrew di EO kau ketimbang jadi begal, di tempat ku ada mantan begal skrng udh jadi team yg handal dan sudah merid”.

 

Apapun dan bagaimanapun nasihat dan pesan dari banyak masyarakat untuk abang begal agar mengakhiri aksinya, tak akan berhasil jika pelakunya tak kembali pada Tuhannya. Seperti komentar akun @kyokue yang sadar akan pentingnya taubat dan memperbaiki hidup.

“Begal, kembali lah. Ada orang tersayang yang menunggumu ibadah bersama”.

 

Untuk mengurangi aksi begal, pada dasarnya mungkin fenomena ini akan selalu menjadi masalah sosial di masyarakat yang kita harapkan semakin mudah untuk diatasi oleh pihak yang berwajib. Namun alangkah lebih baiknya jika kita juga mengurangi probabilitas fenomena begal dengan tidak keluar rumah pada malam hingga dini hari atau tidak mencolok saat berkendara di jalan raya. Tetap berhati-hati ya.

 

Berikut komentar lainnya dari pada netizen :

Nasihat Anak Medan Untuk Para Begal
Nasihat Anak Medan Untuk Para Begal

KOMENTAR

BACA JUGA