Mural Jadi Trend Kota Medan Saat Ini

Mural Jadi Trend Kota Medan Saat Ini
Mural Jadi Trend Kota Medan Saat Ini

Akhir-akhir ini Medan diributkan dengan kehadiran Ernest Zacharevic dan teman-temannya yang lihai dalam membuat mural. Tak heran jika dengan kedatangan mereka membuat warga Medan ingin tahu hasil tangan mereka. Terbukti saat ini telah terpajang dua mural yang sedang menjadi trending topik pembahasan di media sosial.

Jika kalian suka jalan-jalan coba perhatikan dengan seksama Jalan Perdana, Pasar Hindu. Di sana telah terdapat hasil tangan Ernest Zacharevic. Hasil tangan Ernest menjadi wajah baru di kawasan itu bagi pengendara dan juga pejalan kaki. Hasil mural becak yang terdapat satu orang anak perempuan dan satu anak laki-laki di dalamnya terlihat begitu menarik. Belum lagi ditambah gambar sosok anak laki-laki yang lagi mengenakan kos merah tengah bergantung dibelakngnya. Juga terdapat seekor monyet di atas terpal becak. Hasil mural Ernest ini berada tepat di bawah tulisan ‘Dilarang masuk, KUHP Pasal 551.’

Mural yang terpampang di dinding bangunan tua ini menarik perhatian orang yang lewat. Tak jarang mereka menyempatkan untuk memberhentikan kendaran mereka dan berfoto. “Jarang ada kek gini di Medan. Jadi mau nggak mau disempatkan untuk foto. Kan hasilnya keren,” ujar Syarah salah seorang pengendara sepeda motor yang melitas di jalan itu.

Selain mural yang ada di Pajak Hindu, juga terdapat mural lainnya hasil dari teman Ernest, Gabriel Pitcher. Mural yang tidak kalah booming-nya ini terdapat dia Jalan Multatuli, Medan. Lukisan seorang wanita tua itu terpampang besar di dinding berwarna hijau. Terlihat sangat kontras dengan mural satunya yang terpampang di dinding berlatarkan putih. Belum lagi gambar yang dilukisakan adalah sosok warga sekitar yang jelas sosoknya nyata.

Mural Mak Ican Karya Gabriel Pitcher
Mural Mak Ican Karya Gabriel Pitcher

Mak Ican, seperti itulah sosok gambar yang ada dilukisan itu dikenal dilingkungan tempat tinggalnya. Wanita tua berusia 95 tahun ini benar-benar terlihat sama dengan hasil lukisan yang ada di dinding itu. Tak salah jika mak Ican akhir-akhir ini sering dicari orang untuk membuktikan kebenarannya.

Salah seorang tetangga sebelah rumah mak Ican yang kerap disapa Buk Lia berkisah, “Jadi gini, Nenek inikan habis sholat ngeletak telukungnya di jendela, datang turis-turis itu difoto nenek.”

Menurut Buk Lia, sesuai foto itulah, habis sholat ngeletak telekung nenek lipat tangannya di jendela. Pakai sarung nenek waktu itu dan pakai kaos. Persislah songkok oren ini jugalah yang dipakek nenek.

Mural Mak Ican Karya Gabriel Pitcher
Mural Mak Ican

Sebelumnya Nenek dari 15 cucu ini sebenarnya bukan objek sasaran utama. Sebab para ahli mural ini pertama kali ingin melukis gambar seorang wanita tukang pijat yang tidak bisa melihat. Namun karena menunggu beliau pulang terlalu lama dan mendapatkan gambar nenek sebagi objek lain yang menurut mereka lebih menarik, maka gambar nenek inilah yang akhirnya dijadikan mural oleh temannya Ernest itu.

Ibu dari tujuh anak ini terkenal sebagai sosok yang sangat pekerja keras. “Ini mertua saya. Dari dulu mamak pekerja keras. Dulunya mamak jualan nasi di belakang rumah sakit Elisabeth,” terang Nelwati, istri dari alm. Ican ini.

Buk Lia yang sejak kecil telah menjadi tetangga Mak Ican mengakui hal yang sama. “Nenek memang sosok pekerja keras. Dulu sebelum jualan nasi nenek buka kedai sampah (red: jualan sayur-mayur dan juga jajanan). Setelah itu baru nenek jualan nasi. Udah anaknya besar-besar Nenek berhentilah jualan,” katanya.

Wanita suku Padang yang mempunyai nama lengkap Siti Nurbaya ini merasa senang dengan hasil karya yang menggambarkan dirinya itu, “Senang lah digambar,” ucapnya dengan suara seraknya.

Mural Mak Ican ini diselesaikan lebih kurang seminggu oleh Gabriel. Dan kini mural Mak Ican sudah banyak diunggah ke media sosial. Bahkan banyak orang yang mencari-cari mak Ican, misalnya seperti kemarin. Baik anak sekolah, mahasiswa, dan turis kini mencari Mak Ican.***(CM-07/Ika Rahmadani lubis)

KOMENTAR

BACA JUGA