Hari Kanker Anak Sedunia Diperingati Sederhana

Hari Kanker Anak Sedunia Diperingati Sederhana
Hari Kanker Anak Sedunia Diperingati Sederhana

CERITAMEDAN.COM, Medan – Hari kanker anak sedunia yang jatuh pada tanggal 15 Februari diperingati secara sederhana di Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik, Sabtu (18/2) sore. Sebelumnya, pada pagi hari, Ketua Yayasan Onkologi Anak Medan (YOAM) Rizanul sempat membicarakan permasalahan kanker pada anak di Sumatera Utara (Sumut) kepada Menteri Kesehatan Nila F Moeloek.

Terlihat puluhan anak penderita kanker dampingan YOAM dan keluarga pedamping diajak sejenak melupakan beban dan tekanan yang mereka rasakan selama terapi. Mereka bergembira dan memperoleh pengalaman baru dalam masa terapinya di RS H Adam Malik

Acara yang dikemas sederhana itu dimeriahkan oleh sejumlah relawan yang mengemas berbagai acara sacara apik. Mulai dari music akustik yang dibawakan oleh kelompok music akustik Inspire Performing Arts Centre (IPAC) dari Sekolah Chandra Kusuma Medan, dongeng dan berbagai penampilan dari mahasiswa dan relawan yang peduli akan menyemangati perjuangan anak-anak dan keluarganya berjuang dari kanker.

Acara tersebut didukung penuh RSUP H Adam Malik, selain itu juga hadir mendukung acara tersebut perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kota Medan. pada kesempatan itu setiap anak bermasalah kanker memperoleh sejumlah bingkisan berupa kebutuhan sanitasi dan mainan untuk menghibur.

Menurut Ketua YOAM Rizanul, acara tahunan ini diupayakan bisa menambah semangat juang dari anak-anak untuk sembuh dan keluarga mereka untuk memperjuangkannya. “Melalui acara-acara kepedulian seperti ini, kita berharap anak-anak penyandang kanker dan keluarganya tahu masih banyak orang lain yang peduli akan permasalahan yang tengah mereka hadapi,” ujarnya.

Berbagai masalah tersebut, menurut Rizanul, juga dibicarakannya dengan Menkes Nila F MoeLoek sebelum menggelar acara di RSUP H Adam Malik. “Saya menyampaikan kepada Menteri bahwa kami siap bekerjasama dengan pemerintah untuk membantu perjuangan anak-anak untuk sembuh dari kanker. Untuk itu saya juga menyampaikan beberapa harapan kepada Menteri. Diantaranya untuk membangun sarana penunjang bagi anak-anak yang dirawat di rumah sakit rujukan tertinggi di Sumut, yakni sara bermain dan belajar,” ungkapnya.

Lebih jauh Rizanul mengatakan kalau Menteri Kesehatan akan memperhatikan dan mempelajari hal tersebut, apalagi menurut undang-undang yang ada, ada hak anak untuk tetap bisa mendapatkan asupan pengetahuan kendati mereka tengah dirawat di rumah sakit.***(CM/PR)

KOMENTAR

BACA JUGA