Komunitas Internet Marketing Medan Tingkatkan Kompetensi Anak Muda

SEO Festival 2017
SEO Festival 2017

CERITAMEDAN.COM, Medan – Berkembangnya teknologi seiring perkembangan zaman tentunya mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Perkembangan ekonomi tentunya berawal dari pola pikir masyarakat Indonesia yang semakin lama semakin berkembang pula ditengah-tengah sulitnya lapangan pekerjaan, hal ini lah yang memicu ide-ide kreatif masyarakat untuk dapat mengoptimalkan internet sebagai ladang meraih pundi-pundi Rupiah.

Media sosial atau internet  merupakan salah satu jalan yang dikembangkan oleh masyarakat untuk mendapatkan uang dengan cara mudah, bahkan dapat dilakukan sambil bersantai. Kini, banyak para pakar sosial media yang melakukan bisnisnya melalui sosial media dan internet. Namun, yang masih disayangkan adalah minimnya pengetahuan seputar SEO (Search Engine Optimazation). Perlu diketahui bahwa SEO merupakan serangkaian proses yang dilakukan untuk meningkatkan volume trafik kunjungan melalui mesin pencarian.

Minimnya pengetahuan seputar SEO inilah yang kemudian banyak dimanfaatkan oleh pakar SEO sebagai mata pencarian mereka. Namun, kini sudah banyak seminar-seminar SEO  yang terselenggara di Indonesia, Khususnya Medan. jika dibandingkan dengan jaman dahulu sebelum maraknya perkembangan internet di Indonesia, sangat sedikit bahkan tidak ada orang yang ingin berbagi ilmu SEO nya.

Sabtu, (14/01/2017) Komunitas Internet Marketing Medan bersama Cerita Medan sebagai media partner menyelenggarakan event bermanfaat bagi anak muda di Medan. SEO Festival 2017, sukses dilaksanakan di Makyung Cafe Cemara, Jalan Cemara, Komplek Cemara Asri, Percut Sei Tuan, Medan.  SEO festival ini diisi oleh 5 pemateri yang handal di bidang SEO, bukan hanya sekedar handal namun juga terbukti dari prestasi serta usaha yang terbangun akibat mengoptimalkan mesin pencarian. 5 tokoh pembicara yakni, Andre Syahidu (studi kasus gajian ratusan dolar dari Youtube walau gaptek), Chi A Achi (SEO of moneytize), Firmahn (Zombie SEO), Wahyu Blahe (SEO for Narsis Personal Branding), Yusrizal Panjaitan (Backlink Mastery). Masing-masing master SEO tersebut memanfaatkan SEO namun memiliki konsentrasi dalam bidangnya masing-masing.

Minus Andre Syahidu – Chi A Achi – Zulfirman Tanjung – Wahyu Blahe – Yusrizal Panjaitan

Dihadiri oleh berbagai lapisan, mulai dari blogger, mahasiswa sampai pengusaha, terhitung sekitar 100 lebih orang yang menghadiri seminar ini. Uniknya peserta didominani oleh kaum adam, hanya terlihat segelintir peserta wanita. Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam hal internet dan teknologi, pengetahuan wanita masih sangat  minim.

Komunitas Internet Marketing Medan - SEO Festival 2017
Komunitas Internet Marketing MedanSEO Festival 2017

Terselenggaranya seminar ini tentunya tak terlepas dari harapan agar masyarakat khususnya pemuda di Medan dapat menghasilkan rupiah dengan mengoptimalkan mesin pencarian untuk mengembangkan usahanya. Acara ini sekaligus untuk meningkatkan kompetensi anak muda mengenai SEO.

Andre Syahidu, yang memang memiliki kemampuan menghasilkan uang dari bermain Youtube. Perannya di Festival SEO 2017 ini sangat besar dalam membangun kepercayaan kawan-kawan yang masih gaptek agar lebih giat lagi menggali potensi diri, sehingga mudah dalam menghasilkan.

Begitu juga dengan Chi A Achi, abang kita ini banyak menceritakan bagaimana strategi dari belajar SEO untuk monetize, lumayan hasilnya kalau dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Zulfirman Tanjung, beliau memaparkan bagaimana sebenarnya memanfaatkan blog ataupun domain yang sudah lama atau pernah mati, dihidupkan kembali. Dimanfaatkannya blog zombie tersebut dinilai berpotensi mengangkat suatu konten yang dianggap bisa dioptimasi dengan kekuatan blog zombie tersebut untuk strategi SEO tentunya.

Abang kita, Yusrizal Panjaitan mengatakan bahwa banyak sekali rupiah yang didapatkan jika ilmu SEO bisa kita terapkan, namun wajib secara positif . “Seorang pakar SEO pasti tidak memiliki satu akun saja, namun lebih dari dua akun di setiap sosial media nya. Banyak kok fasilitas gratisan yang tersedia di internet, misalnya blogspot, kompasiana,dan sebagainya. Sayang sekali kalau yang gratis tersebut tidak dimanfaatkan. Dan jangan salah, cuman dengan menulis saja, kita bisa mendapatkan penghasilan, tapi dengan menerapkan SEO tadi. Bukan cuman sekedar nulis-nulis saja,” ujar Yusrizal Panjaitan.

Namun, lanjut Yusrizal, banyak juga kecurangan dengan memanfaatkan ilmu SEO, tetapi kecurangan tersebut juga akan berdampak buruk terhadap hasil ke depan yang akan didapat, karena kecurangan tersebut pasti akan terdeteksi oleh Google. “Hanya sedikit kecurangan yang akhirnya berhasil terbentuk dalam satu wadah hasil curian karya orang,” tambah Yusrizal Panjaitan.

Materi dilanjutkan oleh Wahyu Blahe, materi yang dibawakannya adalah SEO for Personal Branding. Lelaki bertutur lembut sekaligus CEO Cerita Medan ini ternyata memiliki guru juga. Siapa sangka kalau seorang Wahyu Blahe yang terkenal sebagai Guru SEO juga memiliki guru SEO yang berusia jauh dibawahnya.

“Saya tidak peduli kalau guru saya ini usianya lebih muda. Faktanya dia lebih jago dari saya, tidak usah gengsi jika kebutuhan kita ada pada orang tersebut. Jangan ragu untuk mendekat dan kenalan, minta ilmunya. Nantinya ilmu yang kita dapat juga akan berguna untuk kemajuan kita. Jadi, satu hal yang dapat saya pelajari bahwa, belajar itu tidak terbatas usia,” ujar Wahyu Blahe

Dalam kesempatannya, Wahyu Blahe mengatakan bahwa banyak sekali bentuk pengoptimalan SEO, dan yang menjadi konsentrasinya adalah media sosial serta bagaimana caranya “menjual diri” dalam arti positif.

“Saya dulu juga hanya sekadar tahu tentang SEO saja, lalu saya belajar. Hobi narsis saya juga mendorong keingintahuan saya akan ilmu SEO. Berawal dari narsis dan ingin terkenal, akhirnya SEO saya kuasai lebih dalam. SEO tentu saya manfaatkan untuk memperkenalkan diri saya secara positif ke banyak orang. Dan akhirnya sekarang, kerja saya narsis sambil cerita-cerita,” tutup Wahyu Blahe.***(CM-04/Chairunnisa)

KOMENTAR

BACA JUGA