Kenali Kanker pada Gaya Hidup Anak

Yayasan Onkologi Anak Medan Edukasi Deteksi Kanker
Yayasan Onkologi Anak Medan Edukasi Deteksi Kanker

CERITAMEDAN.COM, Medan – Yayasan Onkologi Anak Medan (YOAM), memulai tahun 2017 dengan berbagai sosialisasi deteksi dini kanker pada anak. Kali sosialisasi diawali dari Kampung Kuliner Binjai, Jumat (13/1) lalu dan akan berlanjut kebeberapa lokasi lain yang memerlukan penjelasan seputar serangan kanker pada anak.

Sosialisasi YOAM kali ini bekerjasama dengan komunitas Turun Tangan Binjai. Sekitar 40 peserta yang hadir datang dari berbagai lokasi seperti Turun Tangan Lhoukseumawe, Turun Tangan Medan, MAN I Langkat.

Acara diawali dengan mendongeng yang di bawakan Ami dari SD Negeri Pepaya Binjai, diiringi pengenalan seputar YOAM yang diwakilkan oleh Atika Rahmi dan mendapat sambutan Anim Lubis, koordinator Turun Tangan Binjai.

Pada kesempatan itu, dr Selvi Nafianti SpA(K) tim dokter Onkologi RSUP H Adam Malik Medan menjelaskan secara gamblang seputar kanker pada anak dan bagai mana medeteksinya secara dini. Diantara hal penting yang harus diperhatikan, menurut Selvi, pola makan, gaya hidup dan faktor kebersihan menjadi hal yang perlu diperhatikan untuk menghindarkan anak dari serangan kanker. “Karena setiap orang punya potensi kanker, tinggal menanti ada pemicu dan momennya, maka dia bisa tumbuh kembang liar,” paparnya.

Peserta sosialisasi yang hadir terlihat sangat antusias memperhatikan penjelasan dokter Selvi yang dibarengi ilustrasi deteksi dini kanker serta gejala-gejala serangan kanker pada anak. Apalagi menurut data yang dimiliki RSUP H Adam Malik, sepanjang tahun 2016 lalu ada 3.524 kunjungan pasien kanker anak dimana 2.884 diantaranya dirawat jalan dan 640 orang harus rawat inap selama masa terapi yang diikuti sesuai protocol terapi yang diterapkan rumah sakit tersebut.

YOAM, menurut Wakil Ketuanya Atika Rahmi, selama dua tahun terakhir mendampingi sekitar 200-an anak diantara pasien tadi. anak-anak dampingan tersebut difasilitasi rumah singgah, mengingat umumnya mereka datang dari luar Kota Medan. “Mereka juga kami damping dan advokasi sesuai kebutuhan dan kamampuan kami. Mengingat serangan kanker pada anak makin banyak, karenanya kami akan terus melakukan sosialisasi setelah Binjai ini,” ujarnya.

Sosialisasi berupa edukasi yang digelar di Binjai tersebut juga melibatkan mantan pasien kanker anak yang sudah dinyatakan sembuh sebagai bukti bahwa kanker pada anak bisa disembuhkan selama terapi diikuti dengan serius dan disiplin. “Memang makan waktu lama, tapi kita haris yakin dan sabar kalau Allah akan menghargai usaha maksimal kita untuk sembuh, kata survivor kanker anak Idral Juanda yang masa kecilnya terserang Leukemia.

Idral yang tergabung dalam Cancer Buster Community CBC YOAM juga menjelaskan, perjalannya saat menjalani pengobatan kanker mulai dari gejala awal hingga dia dinyatakan sembuh beberapa tahun lalu.***(CM/PR)

KOMENTAR

BACA JUGA