Bismo Nasution, Multitalenta Asal Medan Berkarya Melalui Batu Akik

Bismo Nasution, Multitalenta Asal Medan Berkarya Melalui Batu Akik

Bismo Nasution, seorang lelaki paru baya ini sudah sekitar 25 tahun berprofesi sebagai seorang pemborong. Memiliki empat orang anak laki-laki dan satu orang istri yang dipersuntingnya sejak 25 tahun silam. Bismo bisa dikatakan sebagai seorang ayah yang multitalenta, bukan hanya mampu membangun rumah beserta perhitungan rincinya, Bismo juga mampu mengolah barang apapun yang tak terpakai namun masih memiliki nilai ekonomis tinggi. Sejak masih muda, Bismo juga mengaku sudah senang merombak apapun untuk dikemas ke dalam bentuk berbeda, salah satunya adalah batu akik.

Berawal pada pekerjaannya yang kadang ada kadang tidak, maka di saat lenggang pun Bismo selalu melihat peluang usaha. Kala itu Indonesia sedang berada pada masa batu, sekitar 2 tahun lalu, kemudian Bismo juga tertarik mencari peruntungan untuk menggosok batu di sela-sela rutinitasnya sebagai seorang pemborong bangunan. Namun musim batu hanya berlangsung sebentar, batu-batu Bismo pun masih banyak bersisa, tidak ingin terbuang sia-sia, Bismo kemudian berinisiatif untuk membentuk batu-batu akik tersebut menjadi suatu karya seni indah yang mahal. Maka jadilah karya seni indah berbahan dasar batu akik. Namun batu-batu tersebut juga diperolehnya dengan membeli langsung, tidak semuanya sisa dari musim batu kala itu.

Banyak benda yang sudah diciptakan Bismo dengan batu akik, mulai dari benda-benda kecil kebutuhan keluarga sampai dengan replika heritage bernilai sejarah tinggi. Dalam pengerjaannya, Bismo mengaku tidak memiliki waktu yang begitu terpaku karena ia pun mengerjakannya di sela-sela kesibukannya sebagai pemborong bangunan. Jika ada waktu senggang, Bismo menyelesaikan pahatannya.

Sebagai contoh, pahatan yang sudah diciptakannya yakni, asbak rokok akik, penghisap rokok akik, sampul rokok akik, lampion akik, replika rumah minang akik, replika Istana Maimun dan banyak lagi. Bahkan, motor yang digunakannya juga dihiasi dengan lapisan batu akik. “Itu motor juga saya lapis dengan batu akik. Mau dikasih sticker lepas, mau di cat rontok, ya di batu akik aja lah,” ujar Bismo.

“Replika Istana Maimoon yang sudah saya buat kemarin siap dalam satu setengah bulan. Kemarin dikasih target sama ketua Karang Taruna, Pak Solahuddin untuk menyiapkan replika Istana Maimun selama satu setengah bulan untuk diletakkan di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara,” ungkap Bismo.

Alat-alat yang digunakan juga banyak,seperti grenda, bor dan alat pahat lainnya.  Dalam proses pembuatannya, batu-batu dihancurkan terlebih dahulu, kemudian disatukan dan dibentuk menggunakan alat-alat tersebut. Pembentukan dilakukan menggunakan kerangka yang sudah dibentuk sebelumnya. Lalu dilanjutkan dengan pewarnaan, warna yang diberikan pada batu cukup sedikit saja hanya sebatas menambah kilau tampilan, karena batu-batu akik tersebut pun sudah menghasilkan warna alami yang begitu indah, sayang apabila diubah terlalu banyak. Namun berbeda halnya jika ingin menyerupai replika asli, maka batu-batu akik yang sudah terbentuk pun harus diwarnai keseluruhan seperti bentuk asli.

“Yang susah adalah membentuk model dibanding proses lainnya. Karena pembentukan itulah inti dari pengerjaan pahatan batu akik ini. Harga pahatan batu akik juga tergantu dari tingkat kesulitannya, semakin sulit maka semakin mahal, tergantung dari permintaan tempahan,” jelas Bismo.

Bismo Nasution, Multitalenta Asal Medan Berkarya Melalui Batu Akik

Jadi, Bismo juga menerima segala macam tempahan yang terbuat dari batu akik, cukup berikan model gambarnya saja, maka dalam waktu yang ditentukan ataupun tidak oleh customer, tempahan batu akik akan selesai sempurna sesuai keinginan.

Karya batu akik seperti ini terbilang unik dan belum ada yang menghasilkan, khususnya di Medan. Karena keunikan serta tingkat kesulitannya hasil karya seperti ini patut dihargai dengan nilai tinggi. Jika dilihat dari harga yang dibuka oleh Bismo, bisa dikatakan kerajinan batu akik ini diperuntukkan pada masyarakat kalangan ekonomi atas. Bagaimana tidak? Dibutuhkan keahlian khusus dalam pengerjaannya, keterampilan serta ide-ide cemerlang agar karya yang dihasilkan manarik.

Bagi kalian, masyarakat Medan dan luar Medan yang tertarik dengan kerajinan tangan batu akik, silahkan langsung hubungi Bismo 0812-6276-4421 atau langsung datang menuju kediaman Bismo di Jalan Rasmi, Gang Mami, Medan.***(CM-04/Chairunnisa)

KOMENTAR

BACA JUGA