Timphan, Hidangan Populer Khas Aceh yang Selalu Dirindukan

Timphan, Hidangan Populer Khas Aceh yang Selalu Dirindukan

Provinsi Sumatera Utara memiliki banyak khekhasan kuliner yang menjadi hal yang paling menarik untuk dibahas. Khususnya Medan ini yang terkenal memiliki sangat banyak keberagaman suku dan budaya yang ada di Medan. Di antaranya suku Batak, suku Melayu, suku Jawa, suku Tionghoa, suku India, begitu banyak suku yang ada di Kota Medan ini. Dulunya Medan merupakan kota dari suku Melayu. Namun seiring berkembangnya zaman, maka semakin banyaklah suku lain yang masuk ke Medan ini dengan membawa kekhasan daerah masing-masing.

Kini Kota Medan menjadi salah satu wadah tempat berkumpulnya orang-orang yang memiliki keberagaman budaya dan suku. Jadi, jangan heran kalau di Medan sekarang sudah banyak makanan dari berbagai suku yang ada di Provinsi Sumatera Utara ini. Meskipun masih terbilang terbatas, namun makanan ini masih berada dalam jangkauan, guys. Pasalnya, di Medan ini sudah banyak suku dari daerah lain yang berimigrasi ke Medan sehingga mudah saja bagi kamu yang mau mencoba nikmatnya rasa timphan ini dapat memintanya melalui temanmu yang berasal dari Aceh.

Kue Timphan ini kue tradisional Aceh, yang terbuat dari ketan dan pisang raja yang dibungkus dalam daun pisang kering. Di dalamnya diisi dengan berbagai macam varian, seperti nangka, srikaya dan banyak lagi yang lainnya. Biasanya, yang paling enak itu rasa srikaya. Timphan yang merupakan makanan lembek berbalut daun pisang muda ini yang paling terkenal adalah rasa srikaya. Rasanya yang manis, gurih dan kenyal. Semua yang mencobanya pasti akan ketagihan.

Timphan ini dapat bertahan selama kurang lebih sekitar satu mingguan. Timphan merupakan hidangan spesial yang selalu ada di hari lebaran. Bagi masyarakat Aceh, Timphan adalah hidangan wajib di hari lebaran. Selain itu, Timphan juga sering ada para hari-hari perayaan pernikahan ataupun ada kemalangan seperti ada seseorang yang meninggal.

Kue hidangan khas Aceh saat lebaran/ hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha, Timphan dibuat sehari atau dua hari sebelum lebaran dan daya tahannya bisa mencapai lebih kurang seminggu, Timphan adalah menu hidangan utama buat tamu yang berkunjung ke rumah saat lebaran. Bagi orang Aceh baik yang berada di Aceh sampai seluruh dunia tiada yang tidak mengenal dengan adonan yang satu ini, karena sudah menjadi tradisi turun temurun dan rahasia umum di Aceh bahwa yang namanya timphan setiap ibu-ibu atau wanita di Aceh bisa membuatnya.

Sejak zaman dulu, Aceh selalu merayakan meugang setiap tahunnya pada bulan Ramadhan. Kebiasaan inilah yang membuat masyarakat Aceh membuat kue Timphan sebagai makanan yang selalu ada pada para perayaan hari lebaran. Tak ada satupun masyarakat Aceh yang tidak mengerti adonan makanan khas Aceh ini. Resep Timphan merupakan resep turun temurun yang gunakan oleh setiap generasi yang ada di Aceh. Jadi, soal rasa Timphan, pasti mempunyai rasa yang tak jauh berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Semakin majunya zaman, maka semakin banyak juga orang yang bersuku Aceh menyebar ke seluruh pelosok Negeri ini, khususnya Sumatera Utara. Untuk itu, Timphan juga dapat dijadikan hidangan populer yang selalu dirindukan karena makanan ini hanya ada pada perayaan tertentu dan hanya orang Aceh yang selalu membuatnya. (Cm-05/Dwi Andriani Lestari)

KOMENTAR

BACA JUGA