Nasriati Muthalib, Merangkul tanpa Pamrih

Nasriati Muthalib, Merangkul Tanpa Pamrih

Nasriati Muthalib merupakan salah satu korban bencana Tsunami di Aceh pada tahun 2004. Dan ketika itu trauma psikis dialaminya, dan hanya KKSP (Kelompok Kerja Sosial Perkotaan) yang membuatnya kembali menyadari bahwa masih ada kehidupan yang layak diperjuangkan meskipun dalam keadaan yang serba terbatas. Namun, masih ada mimpi yang harus diwujudkan tanpa harus terus-menerus bersedih akan kejadian yang menimpa mereka.

Nasriati Muthalib adalah salah seorang aktivis KKSP yang aktif dalam setiap kegiatan sosial yang diadakan oleh KKSP yang telah bergabung sejak tahun 2005. Baginya, KKSP adalah tempat kembali kemanapun kaki melangkah. Tetap KKSP lah yang menjadi tujuannya untuk kembali. Karena melalui KKSP, Nasriati dapat membantu setiap anak yang memiliki keterbatasan untuk meraih segala mimpi-mimpi besar yang telah mereka rencanakan.

Wanita kelahiran Meulaboh Aceh Barat pada tanggal 1 Maret 1993 ini memilih bertahan di KKSP sampai sekarang karena dia menyadari bahwa semua yang dia raih saat ini adalah berkat dukungan dari Yayasan KKSP. Nasriati bukanlah seorang yang lihai dalam mengungkapkan apa yang tengah dia rasakan begitu mudah melalui ucapan, namun Nasriati selalu membuktikan bahwa dirinya peduli terhadap isu tentang anak dan segala bentuk kejahatan yang terjadi pada anak. Hal ini tentunya dibuktikan lewat dedikasinya secara penuh di KKSP yang sudah 11 tahun menggeluti dunia sosial dalam membantu anak-anak jalanan untuk tetap memerjuangkan mimpi mereka agar mereka tetap bisa dihargai.

Nasriati mencintai anak-anak secara penuh dan tulus. Nasriati selalu belajar untuk mempelajari bagaimana menjadi seorang yang berguna dan bermanfaat bagi orang lain selama hidupnya. Wanita yang berlatar belakang pendidikan  SD Negeri Pondok Geulumbang Aceh Barat, MTs Negeri Model Meulaboh, Aceh Barat, SMA Negeri 1 Meulaboh Aceh Barat ini memiliki segudang prestasi semasa sekoplahnya. Prestasi yang diraih Nasriati ketika dia bergabung di KKSP pun  harus diacungi jempol. Pada tahun 2009 pernah menjadi perwakilan anak mengikuti perkemahan anak internasional di Finlandia. Dan pada tahun 2011 pernah terpilih sebagai perempuan muda pelopor Aceh Barat karena dirinya terpilih sebagai sosok wanita yang aktif dalam kegiatan sosial.

Nasriati memaparkan bahwa anak-anak adalah orang yang butuh pengarahan untuk melihat potensi apa yang mereka miliki. Mereka mempunyai hidup yang masih panjang sehingga mereka memerlukan bimbingan untuk meraih semua mimpi mereka.

Kepada seluruh anak-anak didiknya, Nasriati selalu menanamkan nilai bahwa walaupun kita berada dalam kemiskinan, tetapi usahakanlah agar selalu dihargai oleh orang lain karena potensi yang kita miliki. Karena dengan begitu kita akan meresa bahwa hidup kita menjadi lebih berarti dibanding apapun.

Nasriati sering berjuang memberikan bantuan dan support kepada para anak-anak yang menjadi gempa atau bencana lainnya. Melalui pelajaran dan permaian yang dibawakannya, Nasriati menanamkan bahwa kecerian pada ana-anak dalam menghadapi setiap musibah yang datang adalah hal yang harus selalu kita perhatikan. Karena dengan begitu akan dapat meminimalisir rasa khawatir yang timbul di hati mereka.

“Dengan mencintai anak-anak, maka ketika 10-20 tahun mendatang mereka akan menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Menjadi suatu kebahagian tersendiri jika kita juga memiliki peran dalam membentuk kesuksesan yang dicapai anak-anak itu. Semoga semakin banyak isu anak. Apapun ceritanya,  ketika anak mendapat perlakuan yang baik, maka dia juga akan merasa termotivasi untuk meraih mimpi-mimpinya. Mencintai anak-anak adalah didoakan oleh seluruh semesta. Semoga mereka tetap mempunyai mimpi besar. Semuanya pasti akan baik-baik saja. Kita harus buat orang lain menghargai kita karena potensi yang kita miliki, bukan karena mereka kasihan dengan kita,” ucap Nasriati. (CM-05/Dwi Andriani Lestari)

KOMENTAR

BACA JUGA