Muhammad Rizky Randina, Awalnya Doodle Biasa Kini Jadi Doodle Berharga

Muhammad Rizky Randina, Awalnya Doodle Biasa Kini Jadi Doodle Berharga

Jika pada era tahun 90-an di Indonesia booming dengan kehadiran graffiti. Lalu di tahun 2000-an sempat tergeser dengan kehadiran mural yang pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan graffiti. Kini di awal tahun 2016 kehadiran doodle semakin trend di kalangan anak muda, terutama di Kota Medan. Kehadiran trend baru tersebut semakin merangsang anak muda untuk tumbuh dan berkembang dengan kreativitas yang tiada batas.

Memang di era yang semakin modern ini, anak muda tidak hanya dituntut untuk memiliki wawasan luas namun juga harus mampu berpikir dan berbuat kreatif. Hal tersebut dikarenanakan tingginya tingkat persaingan terutama dalam dunia pekerjaan. Untuk menjadi kreatif pun sebenarnya tidak terlalu sulit karena pada dasarnya manusia sudah memiliki bakat sejak lahir, hanya saja perlu rangsangan untuk memunculkan bakat tersebut. Beberapa caranya seperti banyak melihat, banyak mencoba dan yang paling mudah adalah mengikuti komunitas karena di dalam komunitas terdapat banyak orang yang sama – sama ingin belajar dan dalam komunitas pula terdapat sumber belajar yang paling kompleks.

Setidaknya itulah yang dilakukan Muhammad Rizky Randina atau akrab dipanggil Rizky, mahasiswa semester akhir di Fakultas Pertanian USU yang sudah setengah tahun menekuni seni doodle. Berawal dari hobinya menggambar atau sekadar mencoret – coret kertas dan kesenangannya dengan Urban Arts maupun Street Arts yang ia pelajari secara otodidak lalu ia beranikan diri mengikuti lomba doodle. “Awalnya aku cuma iseng ikut lomba doodle yang diselenggarkan Medan Doodle Art, padahal waktu itu belum ngerti doodle tapi dari situ lah aku kenalan sama komunitas Medan Doodle Art dan akhirnya gabung sampai sekarang,” ungkap Rizky.

Meskipun masih tergolong baru dalam menekuni doodle, namun Rizky mengakui banyak manfaat yang ia dapat, kini ia memiliki pergaulan yang lebih luas, ia juga sempat menjuarai kompetisi doodle pada event IM3 Expo Doodle Art Contest yang diselenggarakan oleh FMIPA USU, ia juga mengakui bisa mendapatkan uang tambahan dari doodle. “Dan yang paling penting setiap waktu luang yang aku punya bisa aku isi dengan hal yang bermanfaat,” ungkapnya.

Saat ini Rizky memanfaatkan kreativitas dan bakatnya dalam membuat doodle dengan memberikan penawaran jasa pembuatan doodle melalui akun instagramnya yaitu @mohrizk_ dengan kisaran harga mulai dari Rp. 30.000,- tergantung kerumitan dan bahan yang digunakan. Biasanya jasa pembuatan doodle yang sudah lengkap dengan bingkai dipesan untuk menjadi hadiah ulang tahun dan wisuda, sedangkan doodle dalam bentuk digital digunakan untuk keperluan event seperti flyer maupun brosur.

Muhammad Rizky Randina, Awalnya Doodle Biasa Kini Jadi Doodle Berharga

Ke depannya Rizky berharap bisa memiliki clothing baju dengan desainnya sendiri, dengan mengangkat tema yang tidak jauh dari doodle. Namun ia menyadari modal yang dibutuhkan untuk itu tidaklah sedikit. Sehingga ia berencana untuk membuat desain baju untuk ia gunakan sendiri dahulu dan apabila ada yang menyukai baju yang ia desain, ia akan menggunkan sistem pre-order.

Buat kalian yang penasaran sama karya – karya Rizky, kalian bisa lihat di akun instagramnya yaitu @mohrizk_. Kalian boleh kenalan dan tanya – tanya langsung sama dia mengenai doodle dan buat kalian yang ingin langsung bergabung sama komunitasnya, kalian bisa mengirimkan pesan via akun instagram @medan.doodleart. Biasanya komunitas Medan Doodle Art akan mengadakan event Budoser (Buat doodle serentak) setiap awal bulan, di sana kalian bisa melihat langsung cara mereka membuat doodle.***(V-01/Bayu Akbar)

KOMENTAR

BACA JUGA