Menikmati Hobi, Novrin Dibayar Sebagai Quality Control Of Coffee

Menikmati Hobi, Novrin Dibayar Sebagai Quality Control of Coffee

Bicara soal kopi, siapa yang kuat menahan godaan aroma kuat khas kopi? Khususnya kaum adam yang sangat identik dengan kopi. Mengandung banyak zat, kopi menarik setiap lidah untuk merasakan candunya, dikarenakan kandungan kafein yang ada di dalam kopi. Kopi memang sangat lekat dengan kaum adam, namun beda halnya dengan wanita satu ini. Menjabat sebagai Quality Control di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang ekspor kopi, wanita berparas lembut ini sudah menekuni karirnya sebagai seoarng cupper sekitar 5 tahun lamanya sejak 2012 silam.

Novrin Situmorang, wanita kelahiran tahun 1989 yang akan genap menginjak usia 27 tahun pada 25 Mei mendatang ternyata mengawali karirnya sebagai seorang cupper di salah satu perusahaan ekspor kopi terkemuka di Medan, bukan didasari hobi. “Awalnya saya diajak kerja sama teman, agak ragu, ngerasa aneh, kerja kok cuman nyicipi kopi. Saya juga dulunya nggak suka kopi, lah ini malah keterusan sampai sekarang,” ungkap Novrin.

Ternyata sarjana Sistem Informasi yang dikantonginya tidak menghambat kesuksesan kariernya sebagai seorang Quality Control of Coffee. Tentunya sangat lari jauh dari kemampuan akademis sebagai sarjana sistem informasi. Setiap harinya, Novrin menyicipi 250-300 cangkir kopi yang sudah diolah kemudian akan di ekspor ke Negara lain.

Basic kakak sebenarnya Quality Control di perusahaan kakak kerja sekarang, jadi sehari-harinya kerja kakak mengawasi kualitas kopi masuk dan kopi keluar, mulai dari Green Been sampai cita rasa dari kopi tersebut. pekerjaan nyicipi kopi itu disebut cupping. Cita rasa kopi itu berbeda-beda. Nah di situlah tugas cupper, menilai bagus tidaknya kopi tersebut,” kata Novrin.

Setiap bulannya, 8 sampai 12 kontainer kopi masuk dari supplier yang kemudian diolah. Kopi-kopi tersebut akan di ekspor ke beberapa Negara seperti New Zealand, Amerika Serikat, dan Taiwan sebagai Negara dengan permintaan terbanyak. Banyaknya permintaan pasar luar negeri terhadap kopi hasil olahan Sumatera Utara malah mendatangkan banyak rezeki yang tidak selalu diukur dengan materi bagi Novrin. Seiring berjalannya waktu, Novrin mengaku semakin mencintai profesinya sebagai cupper.

“Bisa ketemu dan mengenal banyaknya sekali orang baru dari berbeda suku daerah bahkan dari belahan dunia, karena kan bergerak di bidang ekspor jadi banyak ketemu bule. Terus jadi sering bahas dan tukar pikiran soal kopi. Itu yang bikin senang dan betah dengan profesi ini,” ungkap Novrin.

Menikmati Hobi, Novrin Dibayar Sebagai Quality Control of Coffee

Hal tersebut menambah luas pengetahuan Novrin bukan hanya seputar kopi namun juga perkembangan industri Negara lain. Hal ini juga dapat memberi masukan baru bagi Indonesia untuk menjaga kualitas kopi dan meningkatkannya. Novrin yang baru saja menempuh indahnya mahligai rumah tangga mengaku tidak begitu khawatir mengatur jadwal, dengan statusnya sebagai seorang istri dan yang akan menjabat sebagai seoarang ibu. Novrin mengaku bahwa kini menyicipi kopi sudah menjadi hobi barunya, tidak ada keberatan apapun jika melakukan sesuatu yang sudah menjadi hobi. “Sudah seperti hobi mengerjakan segala macam tentang kopi. Alhamdulillah hasilnya sudah seperti hobi yang dibayar,” tutur Novrin.

Kopi-kopi yang setiap harinya masuk berasal dari berbagai daerah di Sumatera yakni Gayo, Dolok Sanggul, Tanah Karo, Simalungun, Lintong, Seribu Dolok dan banyak lagi. Awalnya kopi hal baru bagi Novrin, banyak kendala yang dialaminya, namun dia menyikapinya berbeda. “Sebenarnya bukan kendala, saya lebih menyebutnya sebagai pelajaran baru karena kakak harus cari jalan keluar dari kendala itu. Namun hal ini malah memberikan kakak banyak teman-teman dari luar perusahaan dan lebih berpengalaman. Kendala terselesaikan, teman bertambah,ilmu juga bertambah,” tutup Novrin.***(CM-04/Chairunnisa)

KOMENTAR

BACA JUGA