Kualanamu International Airport (KNO), Bandara Tercanggih di Dunia Kebanggaan Sumatera Utara

Kualanamu International Airport (KNO), Bandara Tercanggih di Dunia Kebanggan Sumatera Utara

Tepat pada Maret 2014 lalu, Bandara Internasional Kualanamu (KNO) diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kemampuan menampung di bandara ini yang sedikit banyaknya mampu dibandingkan dengan KLCC atau Changi Airport. Di sisi lain berdasarkan estimasi kehematan bagi maskapai, terbang dari Kualanamu akan lebih hemat bila dibandingkan dengan dua negara tersebut. Bandara ini termasuk salah satu bangunan yang ramah lingkungan. Mengapa demikian? Banyaknya kaca yang menjadi dinding bandara ini membuat penerangan siang hari mengandalkan cahaya matahari tak perlu lagi memakai lampu listrik. Sebagai contoh untuk tujuan Australia atau India, karena faktor jarak yang lebih dekat, penerbangan diproyeksikan lebih hemat berangkat atau transit dari Kualanamu dibanding dari Singapura.

Lokasi Bandar Udara Internasional Kualanamu terletak di Desa Beringin, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Bandara ini merupakan satu – satunya bandara yang memiliki jaringan transportasi terintegrasi dengan stasiun Kereta Api. Kualanamu memiliki moda transportasi terlengkap bila dibandingkan bandara lain. Moda transportasi penghubung tersebut diantaranya, Kereta Api yang akan dioperasionalkan oleh PT Railink, kemudian bus dengan 3 koridor, diopersionalkan oleh Perum Damri dan PT ALS, serta taksi. Kereta Api menuju Kualanamu ini merupakan moda transportasi yang pertama kali menuju bandara. Bahkan, ini akan menjadi percontohan bagi bandara lain untuk menggunakan kereta api sebagai moda transportasi. Penggunaan kereta api ini dianggap lebih efisien, mengingat kereta api tidak terkena hambatan dengan lalu lintas jalanan, sehingga akan terbebas dari kemacetan.

Secara fisik, bentuk bangunan memiliki cita rasa seni artistik yang lebih tinggi sehingga ciri tersebut bisa menjadi ikon sebuah bandara internasional. PT Angkasa Pura II telah melakukan penandatangan perjanjian kerjasama dengan Incheon International Airport Corporation (IIAC). IIAC merupakan bandara swasta yang terbesar di Korea Selatan, dan merupakan yang tersibuk di dunia berdasarkan hasil survey. Bandara Inchoen bahkan telah menerima penilaian oleh Skytrax dan mendapat peringkat 5 bintang.

Bandara Kualanamu juga memiliki keunggulan dalam segi aksesibilitas. Dengan dilengkapi 10 gerbang masuk, Kualanamu merupakan bandara pertama di Indonesia yang pembangunannya menggunakan dana dalam negeri. Di sisi lain untuk meningkatkan sisi kenyamanan penumpang, bandara ini menempatkan ruang terbuka hijau dengan berbagai jenis bunga dengan berbagai warna yang menarik. Hal ini tentu saja dilakukan untuk kesejukan serta menunjukkan tanaman-tanaman unik khas Indonesia. Selain itu, Kualanamu juga dikatakan pertama dalam penggunaan teknologi tinggi bandara di Indonesia. Sebagai contoh, dalam sistem penggunaan x-ray, dimana seutuhnya teknologi penyinaran berada di pembagasian, atau yang biasa disebut dengan Baggage Handling System (BHS) yang berasal dari Belanda sebagaimana digunakan di Changi Airport, Hongkong Airport, dan lain sebagainya.

Bandara dengan sentuhan design modern ini menjadi salah satu bandara yang patut dibanggakan oleh masyarakat Indonesia dan Sumatera Utara.  Sebab bandara ini memiliki apron seluas 200 ribu meter persegi dengan daya tampung sebanyak 33 pesawat. Berikut ini akan kami rangkum apa saja keistimewaan Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNO).

1. Bandara dengan Kereta Api Sendiri

Terletak sekitar 32 km dari Kota Medan, Bandara Kualanamu merupakan Bandara pertama di Indonesia yang terkoneksi dengan transportasi Kereta Api yang dikelola PT Railink ini tentunya akan memberikan keefisienan waktu dalam menuju dan berangkat dari Bandara Kualanamu. Kereta Api Bandara akan melayani penumpang sejak pukul 04.00 pagi dari Stasiun Medan dan terakhir pukul 23.35 dari Stasiun Bandara Kualanamu

Calon penumpang dapat melakukan reservasi sejak 30 hari (H-30) hingga 1 hari (H-1) sebelum jadwal keberangkatan KA Bandara melalui counter yang tersedia di Stasiun Kereta Api Bandara, Agen Tiket Kereta Api Bandara dan Internet Reservation serta Mobile Application Railink yang dapat di download di Google Play untuk perangkat berbasis Android dan App Store untuk perangkat berbasis Iphone.

Terhitung mulai tanggal 11 Oktober 2016 Kereta Api Bandara Railink akan menggunakan jadwal baru. Dengan jadwal baru tersebut diharapkan akan dapat melayani calon penumpang dengan lebih baik. Hal ini dikarenakan penambahan waktu keberangkatan terakhir dari dari Stasiun Bandara Kualanamu Medan menjadi 23.35 WIB dan variasi waktu yang lebih fleksibel serta waktu tempuh yang lebih singkat.

2. Sistem IBHSS Sistem Keamanan Tertinggi

KNO merupakan bandara yang pertama di Indonesia dalam penerapan sistem penanganan bagasi berintegrasi (IBHSS: Integrated Baggage Handling System) dengan tingkat pendeteksi keamanan tertinggi, yaitu level 5. Dengan penerapan sistem ini, para penumpang di Bandara yang memiliki counter check in yang luas ini (80 counter), tidak perlu melalui proses pemeriksaan bagasi melalui x-ray sebelum check in. Sistem ini memungkinkan penumpang melakukan pendaftaran bagasi di counter mana saja tanpa perlu khawatir barang tertukar dengan jadwal penerbangan lainnya.

3. Kapasitas Penumpang yang Besar

Kualanamu didesain mencapai kapasitas maksimal melayani penumpang hingga 22,1 juta pergerakan penumpang/ tahun dengan panjang runway 3.750 meter sehingga cukup untuk menampung pesawat berbadan besar seperti Airbus A-380 atau Boeing seri 747. Lokasi bandara yang sebelumnya adalah bekas areal Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa, Beringin Deli Serdang, Sumatera Utara ini, kini berubah menjadi Bandara Internasional tercanggih di Indonesia yang akan mendukung konektivitas Free Trade.

Kualanamu International Airport (KNO), Bandara Tercanggih di Dunia Kebanggan Sumatera Utara

4. Desain Modern dilengkapi Avio Bridge & Boarding Lounge yang Luas

Bandara yang akan menghubungkan dunia internasional ini selain memiliki design yang megah dengan fasilitas yang canggih, juga memiliki ruang tunggu yang luas dan semakin modern dengan adanya 8 Garbarata atau Avio Bridge yang menghubungkan penumpang langsung dari area keberangkatan di dalam terminal menuju kabin pesawat. Ruang tunggu (boarding lounge) yang luas dan memisahkan antara penerbangan domestik dan luar negeri menjadi hal baru yang dirasakan pengguna jasa bandar udara ini.

Kita yakini bahwa bandara-bandara lain di Indonesia akan menyusul semakin maju dengan ciri khas masing-masing untuk mendukung industri penerbangan Indonesia demi terciptanya konektivitas untuk kemajuan bangsa.***(E-03/Muhammad Rizky Ananda)

KOMENTAR

BACA JUGA