Ketimbang Ngemis Medan, Semangat Membantu Orang-orang yang Membutuhkan

Ketimbang Ngemis Medan, Semangat Membantu Orang-orang yang Membutuhkan

Ketimbang Ngemis Medan atau yang sering disingkat dengan KNM merupakan salah satu komunitas yang ada di Medan yang bergerak dalam bidang sosial. Ketimbang Ngemis Medan adalah salah satu komunitas cabang dari komunitas Ketimbang Ngemis Jogja, yang mana terbentuk berawal dari seorang bernama Rizky, yang berdomisili di Jogja yang terkesan dengan seorang sosok yang masih mau bekerja walaupun secara fisik sudah tergolong tak mampu untuk bekerja lagi.

Komunitas yang diprakarsai oleh anak muda bernama Rizy dari Jogja ini, mengusung tagline Say No to Mengemis : Belilah Walau Tidak Butuh Sekalipun. Pada awalnya ia sekadar memosting di akun Instagram pribadinya karena haru melihat perjuangan dari seorang nenek dan kakek dalam menjalani hidup. Kemudian ia tak menyangka dari postingannya tesebut banyak yang antusias dan memberikan respon positif. Hingga akhirnya Rizky membuat akun @ketimbang.ngemis agar makin banyak orang yang sadar untuk membantu para Manula dan penyandang cacat di kota masing-masing. Setelah di Jogja, kemudian ketimbang Ngemis dibentuk di Jakarta. Dan Medan merupakan kota ketiga yang membentuk sebuah komunitas yang bernama Ketimbang Ngemis Medan yang masih satu rung lingkup dengan yang ada di Jogja dan Jakarta.

Ketimbang Ngemis Medan, Semangat Membantu Orang-orang yang Membutuhkan

 

Komunitas Ketimbang Ngemis Medan dibentuk pada tanggal 18 Juli 2015 lalu. Dengan latar belakang dibentuk sebagai wadah penyalur setiap donasi yang dikumpulkan untuk para Manula dan orang-orang cacat yang ada di Medan. Melalui setiap donasi yang mereka berikan, mereka selalu melakukan survey terlebih dahulu untuk menentukan setiap donasi yang akan diberikan kepada orang yang mereka anggap pantas untuk diberikan bantuan. Setelah bantuan donasi diberikan, mereka tak langsung angkat tangan. Mereka justru akan terus mendukung semua orang yang pernah mereka berikan donasi dengan kembali mengecek keadaan mereka.

Rima Ryanti Retno Utari, selaku bendahara Ketimbang Ngemis Medan memaparkan bahwa melalui kegiatan komunitas ini dapat memupuk untuk lebih peduli dengan sesama serta dapat menumbuhkan kesadaran betapa berharganya apa yang tengah kita miliki saat ini. Dengan anggota tubuh yang terbilang sempurna saja, kadang kita masih suka malas bekerja. Nah, mereka yang sudah Manula bahkan memiliki kekurangan/ cacat masih memiliki semangat juang untuk mencari nafkah secara halal. Tanpa hanya berpangku tangan terhadap bantuan yang diberikan orang lain. “Komunitas ini juga merupakan sarana sambung silaturahim antara kita dengan orang-orang yang juga hidup di dunia ini,” ucap Rima.

Komunitas Ketimbang Ngemis Medan ini memiliki 84 anggota yang terdiri dari berbagai ras dan agama. Namun, mereka tetap memiliki satu misi yang sama, yaitu membantu orang yang memang patut diberi bantuan. Tidak pernah ada perselisihan dan bentrok perihal agama yang mereka anut masing-masing. Mereka saling menghargai satu sama lain. Sebagai contoh, ketika mereka mengadakan acara buka bersama dengan anak yatim pada bulan Ramadhan tahun lalu, mereka yang non-muslim juga ikut andil dan menghadiri acara ini sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya dari agama lain.

 

Ketimbang Ngemis Medan, Semangat Membantu Orang-orang yang Membutuhkan

Komunitas Ketimbang Ngemis Medan sering melakukan garage sale untuk mengumpulkan donasi yang kemudian akan mereka salurkan kepada orang-orang yang telah mereka survey patut untuk diberikan bantuan. Selain itu, mereka juga menyediakan nomor rekening bagi yang ingin mentransfer uang donasi melalui Instagram Ketimbang Ngemis Medan. Selain itu, mereka juga menerima donasi bagi masyarakat yang ingin menyumbangkan pakaian yang tidak terpakai namun masih layak pakai untuk dijadikan bahan yang akan dijual pada garage sale.

Bantuan yang mereka berikan tidak bergantung pada patokan waktu, tetapi kepada orang yang mereka jumpai untuk diberikan donasi. Bisa saja, seminggu 2 kali mereka melakukan donasi kepada 2 orang. Sesama anggota, mereka kan melakukan perkumpulan baik itu hanya sekadar meet up pelepas rindu untuk membahas beberapa program KNM atau membahas progja tahunan yang mereka sebut dengan gathering.

Saat ini, KNM mempunyai struktur organisasi seperti komunitas lainnya, meliputi Ketua, Sekretaris, Bendahara, Divisi Survey, Divisi Penyalur Donasi (Pensi), Divisi Humas dan Divisi Informasi. Yang bekerjasama demi tersalurnya donasi yang masuk kepada setiap orang yang memang membutuhkan. Sejauh ini, jumlah donasi yang sudah mereka salurkan sebesar Rp. 1.800.000,-. Meskipun masih terbilang sedikit, tetapi mereka tetap terus berusaha untuk memberikan bantuan semampu mereka.

Ketimbang Ngemis Medan, Semangat Membantu Orang-orang yang Membutuhkan

 

“Harapannya untuk para relawan semoga semua relawan nggak ada kata jernuh. Tetaplah semangat membantu orang-orang yang membutuhkan tanpa pamrih. Toh, kalau kita ikhlas insya Allah dapat pahala dari Allah,” tutup Rima.***(CM-05/Dwi Andriani Lestari)

KOMENTAR

BACA JUGA