HMC Medan, Bentuk Kepedulian Terhadap Para Muslimah

HMC Medan, Bentuk Kepedulian Terhadap Para Muslimah

Hijabers Mom Community Medan merupakan komunitas wanita berhijab yang ada di Medan. Hijabers Mom Community atau yang sering disingkat dengan HMC Medan ini merupakan cabang dari HMC pusat yang berada di Jakarta. HMC awal dibentuk di Jakarta dengan 5 founder yakni Irna Mutiara, Monika Jufry, Hannie Hananto, Jeny Tjahyawati, dan Najua Yanti.

Dari HMC yang dibentuk di Jakarta inilah yang kemudian para founder membuka beberapa cabang di 30 kota besar yang ada di Indonesia, seperti Medan, Lombok, Bandung, Bogor, dan masih banyak kota-kota lain yang juga memiliki visi misi yang satu, yaitu untuk menjadikan HMC sebagai wadah bagi para muslimah untuk talabul ‘ilmi (menuntut ilmu) bagi dirinya sendiri dan bagi orang lain yang ada di sekelilingnya.

Latar belakang didirikannya HMC Medan ini tentu tidak lepas dari keinginan para anggota HMC Medan untuk terus memperbaiki diri. Banyak pengajian dan arisan yang dibentuk di Medan ini, namun tak sedikit juga yang tidak memiliki manfaat dari sekadar kumpul-kumpul. Atas dasar inilah para member HMC membentuk HMC Medan yang mana akan menjadi wadah untuk saling peduli dengan para muslim lain. Bukan hanya membentuk pengajian yang hanya bermanfaat bagi diri sendiri, para anggota HMC juga sering melakukan syi’ar-syi’ar ke berbagai tempat tentang kewajiban berhijab bagi para muslimah.

Hijabers Mom Community Medan dibentuk pada tanggal 10 Muharram 1435 Hijriah. Saat ini, HMC Medan sudah berumur 3 tahun. Selama didirikannya HMC banyak kendala yang harus dihadapi oleh para anggota HMC. Namun, itu bukanlah halangan bagi para anggota HMC untuk terus beriktiar dalam memperbaiki diri. Hijaber Mom Community ini adalah satu bentuk komunitas dari ibu-ibu tangguh yang mempunyai visi untuk menjadi lebih baik daripada sebelumnya.

Maya Dewi, selaku ketua dari Hijabers Mom Community yang sering disapa dengan Teh Maya ini memaparkan bahwa pada awal berdirinya HMC di Medan juga tak sedikit yang berkomentar negatif tentang HMC. Pasalnya para masyarakat yang berkomentar negatif tentang HMC tersebut belum mengetahui bagaimana sebenarnya kegiatan dari komunitas HMC ini. Banyak yang berpikiran bahwa HMC ini merupakan komunitas ibu-ibu yang hanya bergaya glamour dan fashionable. Pada kenyataannya, HMC merupakan kegiatan positif yang dijadikan sebagai tempat untuk memperbaiki diri melalui program-program yang ada pada HMC.

HMC memiliki beberapa kegiatan bagi para anggotanya, meliputi kegiatan pengajian yang merupakan kegiatan wajib sebulan sekali. Selain itu setiap bulannya ada kegiatan sosial dan keagaman. “Nah, biasanya setelah pengajian kami akan mengadakan inspiring class yang membahas tentang kepribadian, manajemen diri, penyuluhan tentang keluarga, wanita atau isu yang sedang berkembang. Jadi bukan hanya setelah selesai ngaji itu langsung pulang, tapi ada kegiatan lain yang bermanfaat yang kita dapatkan ketika gabung di HMC ini,” ujar Teh Maya.

Setiap kegiatan yang dilakukan oleh para members HMC merupakan uang hasil sedekah para anggota yang dikutip setiap tahunnya. Karena di HMC Medan ini tidak ada iuran yang wajib dibayar oleh setiap anggotanya. Semuanya berdasarkan keikhlasan dan kesadaran para anggota HMC sendiri.

HMC Medan ini memiliki taglineTogether we share and care,” yang mau berbagai dengan sesama, peduli dengan sesama tanpa melihat status sosialnya. Saat ini member dari HMC Medan sudah berjumlah 300 orang yang berasal dari lintas profesi yang berbeda. Sehingga terkadang terkendala di saat harus mengumpulkan semua member di kegiatan rutin yang diadakan HMC Medan. Mereka pun menawarkan pilihan untuk mengaji di weekend dan weekday. “Bagi yang tidak dapat menghadiri pengajian wekend maka mereka akan menghadiri pengajian weekday. begitu sebaliknya,” tambah Maya.

Setiap bulan setelah pengajian akan ada bazar yang merupakan usaha dari para member yang saling support dan saling tukar pendapat. “Banyak yang awalnya yang nggak berhijab dan awalnya cuma berhijab sederhana saja terus setelah gabung kita alhamdulillah perlahan berubah. Tidak ada syarat apapun untuk gabung di HMC, cukup muslimah berumur 25 tahun ke atas atau yang sudah menikah ataupun bagi mereka yang sudah usia menikah tapi belum menikah tetap boleh gabung di HMC. Syaratnya cuma satu yaitu berhijab. Mau bagaimanapun bentuknya bukan menjadi masalah,” papar Maya.

HMC punya produk bros kerajianan tangan yang memiliki multi fungsi dengan brand HMC yang dijual di setiap stand, pameran di sekretariat, produk UKM dan bahkan pernah dijual di Indonesian Fashion Week. Jadi, HMC ini juga digunakan sebagai wadah untuk menggali kreativitas setiap anggotanya untuk lebih berinovasi, menginspirasi dan peduli dengan orang lain. HMC Medan saat ini beralamatkan di Jalan Kangkung No. 49 Medan. Para anggota di setiap cabang di kota-kota besar ini akan berkumpul setiap tahunnya pada acara Rakernas (Rapat Kerja Nasional) dari setiap HMC Cabang. Rakernas diadakan di berbeda temnpat setiap tahunnya. Tahun lalu Rakernas HMC diadakan di Surabaya. Dan para tahun ini direncanakan akan dilakukan di Kota Lombok. Program dari setiap HMC cabang berbeda-beda, tergantung dengan kondisi sosial masyarakat daerahnya.

“Harapannya bisa bergabung di HMC minimal memperbaiki diri untuk lebih baik. Bermanfaat bagi orang banyak. Dengan arti, bermanfaat bagi orang lain itu dapat lebih peduli dengan orang lain. Bukan hanya memikirkan diri sendiri. Menganggap orang lain seperti keluarganya. Apapun yang terjadi pada diri kita dapat menambah keimanan kita. Jadi, gunakan kesempatan sebaik-baiknya untuk menuntut ilmu. Kumpul juga bukan untuk hura-hura, niatnya ikhtiar. Tetap komunikasi dengan keluarga dan suami agar mereka tahu apa aja yang menjadi kegiatan kita,” tutup Maya.***(CM-05 Dwi Andriani Lestari)

KOMENTAR

BACA JUGA