Hal yang Bisa Kamu Lakukan Saat Berwisata di Pajak Buah Berastagi

Hal yang Bisa Kamu Lakukan Saat Berwisata di Pajak Buah Berastagi

Pajak yang sudah berdiri sejak tahun 1970 ini dulunya bernama Pajak Tarum Ijuk dengan luas lima ribu meter persegi. Nama ijuk sendiri berasal dari atap pajak yang terbuat dari ijuk, ditata sedemikian apik oleh tangan-tangan terampil sehingga difungsikan sebagai atap. Pajak yang kala itu masih bernama Pajak Tarum Ijuk baru diresmikan 14 tahun setelah berdirinya yakni pada 18 Mei 1984 oleh Bupati Karo (Drs. Rukun Sembiring). Dulunya, beredar kabar bahwa Pajak Tarum Ijuk keberadaannya di lokasi SPBU samping Pajak Buah Berastagi. Pajak Buah Berastagi sudah menjadi salah satu objek wisata di Kabutpaten Karo sejak peresmiannya. Pajak ini tak pernah terlihat sepi pengunjung, baik pengunjung lokal maupun luar daerah.

Banyak faktor terlahirnya Pajak Buah Buah Berastagi, lokasi pajak yang sejuk dikarenakan berada di dataran tinggi sangat mendukung terlahirnya Pajak Buah Berastagi. Jika biasanya, berbelanja di pajak merupakan hal yang dihindari oleh kebanyakan orang karena kondisi sumpek dan cuaca panas, beda halnya jika berbelanja di Pajak Buah Berastagi, pengunjung akan merasakan sensasi berbeda.

Pajak Buah Berastagi menjajakan beragam macam buah dan juga sayur. Mayoritas mata pencaharian penduduk sekitar adalah petani buah dan sayur. Pajak Buah Berastagi adalah tempat dimana buah dan sayur tersebut dipasarkan selain didistribusikan ke luar Berastagi. Salah satu buah asli asal Berastagi yakni Buah Kesemek, buah ini ptidak bisa dijumpai di Medan. Tidak banyak cita rasa yang dimiliki buah kesemek, manis seperti memakan buah pepaya namun memiliki bentuk bulat seperti apel dan kompilasi warna hijau dan kuning.

Hal yang Bisa Kamu Lakukan Berwisata di Pajak Buah Berastagi

Pajak Buah Berastagi, memang didominasi oleh pedagang buah dan sayur namun bukan berarti tidak ada hal lain yang bisa ditemukan di Pajak Buah Berastagi. Di bagian depan pajak dipadati oleh para pedagang pakaian dan barang-barang bercirikan budaya Karo, sangat cocok dijadikan buah tangan asal Berastagi. Banyak juga terlihat pedagang bunga, karena cuaca sejuk, Berastagi dihinggapi mekar-mekar bunga yang indah. Hal ini juga menjadi salah satu mata pencaharian penduduk sekitar. Warna-warni bunga yang dijajakan pun sangat menggoda para pecinta tanaman untuk memboyong tanaman-tanaman tersebut ke Medan. Namun perlu diperhatikan bahwa, kondisi cuaca di Berastagi berbeda dengan di Medan, maka tak jarang bunga yang dibawa dari Berastagi malah layu bahkan mati saat sampai di Medan.

Satu bunga fenomenal yang juga menjadi oleh-oleh khas pajak buah Berastagi yaitu bunga abadi atau yang kerap disapa dengan Edelweis. Bunga yang satu ini dijamin abadi dan tidak berubah warna sampai kapan pun. Untuk Anda yang membawa keluarga dan anak, Anda bisa bermanja di atas sado delman. Karena di Pajak Buah Berastagi, selain dapat berburu buah, pengunjung juga dapat menikmati sensasi sejuknya Berastagi sembari melihat panorama sekitar Pajak Buah Berastagi dari atas sado delman yang ditarik oleh kuda.

Jika ingin lebih menantang, Anda juga dapat langsung duduk di atas kuda yang ketinggiannya 2-3 kaki orang dewasa. Tenang saja, Anda akan dibimbing sepanjang jalan oleh pawang kuda, cukup merogih kocek sekitar Rp. 30.000,-. Disarankan bagi Anda yang ingin berburu buah, oleh-oleh dan berwisata kuda, harus memiliki naluri alami seorang ibu, yakni menawar. Karena jika tidak memiliki kemampuan menawar, harga yang disuguhkan para pedagang malah akan lebih mahal dari harga standar di Medan.***(CM-04/Chairunnisa)

KOMENTAR

BACA JUGA