Penggemar Anime One Piece Wajib Baca Sejarahnya

 

101116-one-piece-1

Siapa yang tidak kenal serial anime One Piece? Serial anime yang berceritakan tentang sekelompok bajak laut Monkey D. Rufi sebagai tokoh utama betubuh karet, ahli pedang Roronoa Zoro, navigator Nami, inventor dan penembak jitu Usopp, koki dan ahli bela diri Sanji, rusa antropomorfis dan dokter Tony Chopper, arkeolog Nico Robin, cyborg ahli kapal Franky, dan musisi kerangka-hidup Brook. Bersama mereka mengarungi laut untuk mencapai mimpi mereka mengitari laut mencari harta karun One Piece dengan beragam serangan dari musuh yang juga mengincar One Piece. Sekelompok perompak ini masing-masing memiliki kekuatan super.

Dalam proses penciptaannya, setiap karakter memiliki kisah tersendiri. Salah satunya adalah asal mula nama Sanji. Sanji dulunya sempat ingin diberi nama Naruto, tapi karena manga lain dengan nama serupa sudah diserialisasikan saat itu, namanya terpaksa diganti jadi Sanji.

Naruto sendiri sebenarnya nama makanan khas jepang yang memiliki spiral warna pink di permukaannya. Mungkin itulah kenapa Sanji tadinya mau dinamai Naruto, karena alisnya berbentuk spiral.

Selain itu, telah diperhatikan bahwa ternyata serial anime One Piece banyak mengikutsertakan pernak-pernik Indonesia di dalamnya. Duval yang berarti anak Nias? Ingat markas Duval? Lokasi ini sangat mirip dengan rumah penduduk asli Nias. Tahukah Anda bahwa baju yang dipakai karakter God Enel bermotif batik? Terbukti bahwa batik telah diakui hak paten oleh dunia.

Pulau Jaya (Skypiea) memiliki beberapa kesamaan dengan Irian Jaya, kata “Jaya” pada Irian Jaya bermakna kemenangan. Irian yang berhasil melepaskan diri dari cengkraman Belanda. Sama seperti pulau Jaya dalam serial One Piece pada saat akhir berhasil lepas dari cengkraman Enel dan menjadi tanah merdeka bagi rakyat Shandia dan Skypiea. Pulau Jaya dengan bentuk tengkorak terpisah pun terinspirasi dari bentuk Pulau Irian Jaya dimana bentuk pulaunya mirip seperti sebuah binatang/ hewan yang terbelah karena perbedaan kenegaraan antara Indonesia – Papua. Penduduk asli Pulau Jaya tidak bisa menikmati emasnya sendiri karena direbut oleh Enel. Hal ini sama seperti Irian Jaya dimana penduduknya tidak bisa menikmati emasnya sendiri karena dieksploitasi oleh negara lain.
Burung Southbird yang muncul di Skypiea dan Jaya Arc ini rupanya mirip dengan Burung Rangkong (Enggang) yang merupakan spesies endemik di Indonesia. Fakta menarik lainnya, One Piece yang berlogokan kepala tengkorak dengan tulang putih menyilang ternyata awalnya berlambangkan Shirohige. Lambang ini dianggap terlalu mirip lambang NAZI sehingga Oda mengubah desainnya. One Piece merupakan anime Jepang Manga yang mulai diserialisasikan pada majalah Shonen Jump edisi ke-34 pada tanggal 4 Agustus 1997. Animenya mulai diproduksi oleh Toei Animation di Fuji Television pada 20 Oktober 1999.

Eiichiro Oda sebagai pencipta One Piece pada awalnya merencanakanakan anime ini hanya berjalan sekitar 5 tahun, dan dia telah menetapkan endingnya. Namun nyatanya sampai sekarang dia tidak tahu kapan One Piece akan berakhir. Hingga saat ini One Piece memecahkan rekor sebagai manga paling laris sepanjang sejarah. Rekor yang didapat ini terbukti dari besarnya antusias masyarakat Indonesia terhadap anime Jepang. Sejak kehadirannya di Indonesia One Piece menghipnotis mata. Tayangnya One Piece ke dalam layar kaca Indonesia mendapatkan respon positif dalam masyarakat. Semua orang menyukaianime ini, mulai dari anak-anak- remaja sampai dewasa. One Piece ditayangkan per episode setiap minggunya.

One Piece baru-baru ini mengeluarkan film terbarunya “One Piece Movie Gold” yang ditayangkan di bioskop Indonesia. jarangnya produksi film anime sangat dirindukan oleh masyarakat. Sejak hadir dengan judul terbaru ini, bioskop dipadati oleh para pecinta anime One Piece.

Selain menghibur, anime One Piece juga mengandung nilai edukasi. Dalam serial yang ditayangkan, menunjukkan banyaknya lokasi-lokasi bersejarah di dunia menunjukkan edukasi sejarah. Anime seperti ini  jauh lebih baik dikonsumsi oleh anak-anak, mengingat dunia perfileman yang sudah jarang sekali menayangkan tayangan khusus anak-anak. Anak-anak terpaksa mengonsumsi tontonan yang tidak pada porsi usianya. Hal ini berdampak pada perkembangan psikologisnya.***(CM-04/Chairunnisa)

KOMENTAR