IBX5A49C9BC313D6 Djalaluddin Pane Foundation Adakan Seminar Menolak Gaptek – Cerita Medan

Djalaluddin Pane Foundation Adakan Seminar Menolak Gaptek

Djalaluddin Pane Foundation Adakan Seminar Menolak Gaptek
Djalaluddin Pane Foundation Adakan Seminar Menolak Gaptek

Dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional, Djalaludin Pane Foundation (DPF) Sumut mengadakan Seminar Nasional Teacher Competency Development Program (TCDP), (4/5). Acara yang mengangkat tema Menolak Gaptek ini diadakan untuk  meningkatkan kompetensi guru dalam mewujudkan Indonesia terdidik TIK yang diikuti oleh lembaga-lembaga terkait dan juga para guru.

Acara ini menghadirkan 3 pembicara yang membahas tentang teknologi infomasi. Diantaranya, Namin AB Ibnu Solihin yang juga sebagai motivator dan trainer pendidikan. Ibnu juga merupakan dosen dan Sekjen Ikatan Profesi Guru Indonesia Penggas Sekolah Akhlak, untuk itu Ibnu mengangkat judul “Menjadi Guru Kreatif di Zaman Digital”

Acara yang dibuka dengan tari persembahan dan beberapa kata sambutan salah satunya oleh K.H Wahfiuddin Sabagai pembinaan dari DPF. Dalam kata sambutannya, K.H Wahfiuddin mengatakan bahwa jangan pernah mengatakan mahal dan tidak mampu dalam hal dunia pendidikan. Tentu saja kata-kata tersebut menyentak sebagian peserta seminar yang mana diketahui sebagian daerah masih mempertimbangkan nominal untuk mengenyam pendidikan.

Djalaluddin Pane Foundation Adakan Seminar Menolak Gaptek
Djalaluddin Pane Foundation Adakan Seminar Menolak Gaptek

 

Selian DPF, acara seminar nasional ini juga didukung penuh dengan ATTIK Sumut, Dinas Pendidikan, Bank Indonesia, Herfinta Group dan juga Forum Alumni Teropong. Acara ini diselenggaran di Ruang Kuala Deli Lt.9 Gedung Bank Indonesia Jalan Balai Kota, Medan.

Dalam materinya Ibnu, menjelaskan 10 cara cerdas memanfaatkan teknologi dan internet dalam dunia pendidikan. Ibnu juga mengatakan bahwa gadget bukanlah sarana untuk gaya-gayaan melainkan sarana untuk meningkatkan kualitas diri terutama pada seorang pengajar. Namun tidak juga menjadi generasi copypaste akibat tergiur kecanggihan teknologi dan tidak mau memanfaatkan teknologi untuk membaca informasi.

Tidak hanya Namin AB Ibnu Solihin, ada juga pembicara sekaligus seseorang yang berperan di Dinas Pendidikan yaitu Muhammad Arifin, SPd, MPd. Arifin menyampaikan materi tentang Edmodo yang belakangan menjadi perbincangan hangat akan solusi dari UN CBT. Edmodo adalah platform pembelajaran yang aman bagi guru, siswa dan sekolah berbasis media sosial. Edmodo  menyediakan cara yang aman dan mudah bagi pembelajaran di kelas bahkaan terhubung dan berkolaborasi dengan orangtua.

Djalaluddin Pane Foundation Adakan Seminar Menolak Gaptek
Djalaluddin Pane Foundation Adakan Seminar Menolak Gaptek

 

Pembicara terakhir adalah Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara yaitu, Difi Ahmad Johansyah. Masih berbau dengan Teknologi dan Informasi, Difi juga tidak kalah mengangkat tema guru-guru yang meningkat dengan adanya TIK dalam materi yang disampaikannya. Difi mengatakan kunci sukses lebih banyak menonjol jika mereka lebih sering mendengar dan berbicara. Ilmu tidak hanya diperoleh dari kelas ataupun buku melainkan juga dengan komunikasi dengan orang lain.

Ketiga pembicara tersebut membuktikan betapa pentingnya peran Teknologi dan Informasi yang perkembangannya tidak dapat dibatasi. Apalagi, perkembangan dan motivasi terbesar seorang anak 89% berada di lingkungan sekolah yang merupakan menjadi tempat rutinitas seorang anak dan guru.

Jika seorang guru masih ketinggalan ilmu akan Teknologi dan Informasi, masih yakinkah generasi muda masa depan akan dapat mengatasi perkembangan Teknologi Informasi yang semakin lama semakin canggih. Siapa sangka jika 79% guru tidak menanfaatkan internet. Parahnya lagi, banyak guru yang tidak tahu dengan google.

Seminar nasional ini juga menjadi harapan khususnya pada DPF, agar guru-guru yang merupakan faktor terbesar seorang anak memanfaatkan teknologi dapat mempermudah proses belajar mengajar. Guru-guru di perkotaan maupun pedalaman diharapkan sudah menjadikan TIK menjadi wadah media pembelajaraan.***(CM-01/Dela Aria Dahaka)

KOMENTAR

BACA JUGA