Sharing Saring, dari Hobi Jadi Industri Hadir di Gedung Serba Guna PRSU

 

Sharing Saring
Sharing Saring

Sharing Saring adalah program berbagi ilmu tanpa pamrih. Sebuah wadah bersama karena punya pandangan yang sama tentang pentingnya mewujudkan ruang kreativitas terbesar di Kota Medan.

Konsep yang dimunculkan kepermukaan oleh anak-anak Kota Medan ini coba mengambil kesempatan selama lebih kurang lima hari di Gedung Serba Guna Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU).

Dari tanggal 13-17 April 2016, Sharing Saring mengambil tema : Dari Hobi Jadi Industri, akan menghadirkan para praktisi yang sudah lama berkecimpung dibidangnya masing-masing.

Sharing Saring

Medan, memiliki produk-produk yang sebenarnya sangat berpotensi menasional. Potensi tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan oleh para insan kreatif di Kota Medan, melalui iklan misalnya.

Untuk keperluan iklan, seperti foto, dituntut mampu meningkatkan daya jual produk maupun jasa, karena itu dibutuhkan teknik untuk menghasilkan foto yang mampu menggugah selera maupun emosi konsumen.

Untuk itu, ayo kita ngumpul di acara Sharing Saring : Dari Hobi Jadi Industri, agar nantinya kita bisa bahu-membahu untuk membantu produk-produk dari Medan lebih mentereng.

Sebut saja, untuk tanggal 13 April 2016, Fotografi Fashion, dengan narasumber : Andi Lubis (Fotografer), Ginda (Desainer), dan Komunitas Motor juga akan meriahkan aksi Sharing Saring di Gedung Serba Guna PRSU mulai pukul 16.00WIB hingga selesai.
Fotografi Fashion
Fotografi Fashion

 

Pada tanggal 14 April 2016, Writer dan Seni Pertunjukan, dengan narasumber : M. Fitri Ramadhana (Akademisi), Aizeindra Yoga (Blogger Medan), Post Arca’52 Feat Suara Bicara juga akan meriahkan aksi Sharing Saring di Gedung Serba Guna PRSU mulai pukul 16.00WIB hingga selesai.

Sharing Saring - writer - socmed
Sharing Saring – writer – socmed

 

Sebagai salah satu karya seni yang paling banyak digandrungi manusia, musik jadi salah satu produk yang sangat laris manis di pasaran. Karena itu, banyak sekali musisi yang ingin mencemplungkan diri ke industri musik untuk mencari nafkah atau sekadar mengejar popularitas semata.

Bicara tentang industri musik, khususnya Medan, tidak sedikit musisi yang menempuh jalur indie dan mampu mendongkrak popularitas maupun menggembungkan sedikit pundi-pundi keuangan mereka. Pembengkakan pundi-pundi tersebut karena penjualan album, merchandise dan hasil manggung. Padahal, bisa saja income terebut bertambah lagi, karena sekarang musik (baca lagu) tak lagi harus dijual per album, tapi bisa dijual `ketengan` atau per lagu, bahkan bagian-bagian tertentu dari sebuah lagu ada yang berani membayarnya. Sebagai contoh, refrain sebuah lagu bisa digunakan untuk keperluan iklan sebuah produk ataupun jasa.

Mengawinkan musik dengan produk tentu bukan tak punya maksud lebih. Musik dengan beragam genre-nya memiliki penggemarnya masing-masing, karena itu musik dianggap sebagai identitas, tak hanya komunitas tapi juga strata ekonomi sosial. Musik jazz, tentu bukan dengaran para penghisap rokok Menara, hanya menyebut contoh.

Sebuah lagu memiliki sejumlah unsur pendukung seperti aransemen, lirik dan lain sebagainya. Pun begitu dengan iklan, di mana musik menjadi salah satu unsur pendukungnya. Sekalipun begitu, meminang musik untuk sebuah produk harus cermat, bukan berarti sebuah lagu yang menghasilkan milyaran rupiah, ketika `dinikahkan` dengan sebuah produk, akan menggenjot penjualan produk tersebut, tergantung produknya apa, dan tergantung sasaran tembak si produk siapa.

Peran musik bagi sebuah iklan selama ini kurang menjadi perhatian bagi pemusik maupun pegiat iklan di Medan, oleh karena itu, Sharing Saring akan membahas mengenai Musik iklan, juga Advertising serta Kuliner dalam satu hari, Jum’at, tanggal 15 April 2016, dengan narasumber : Eric Murdianto (Sekretaris P3I Sumut), Aswina Fitri (Owner Burger Sumo), dan Lepot “Fingerprint” (Vocalist) juga akan meriahkan aksi Sharing Saring di Gedung Serba Guna PRSU mulai pukul 16.00WIB hingga selesai.

Sharing Saring Advertising, Kuliner, dan Musik
Sharing Saring Advertising, Kuliner, dan Musik

 

Persentuhan dengan dunia digital sudah tak bisa dihindari lagi, bila diperhatikan di sekitar kita, kapanpun dan di manapun, banyak orang seperti sedang terjangkit “penyakit autistic hedonistic” alias asyik dengan gadgetnya sendiri, entah sedang main game, browsing atau sibuk dengan medsosnya. Fenomena asyik dengan gadgetnya sendiri ini sudah melanda Indonesia, termasuk Medan, bertahun-tahun yang lalu dan masih terjadi hingga sekarang tanpa memandang usia, gender dan kelas sosial.

Dunia digital juga sudah banyak merubah kebiasaan masyarakat dalam banyak hal, sebagai contoh, kebanyakan orang sekarang lebih memilih membaca berita di website berita dibanding membacanya di koran. Tak hanya untuk informasi atau berita, bahkan untuk beriklan, masyarakat pun sudah beralih ke media digital.

Yang menarik dari iklan digital bukan cuma pemilihan medianya yang sangat bervariasi, seperti website, blog, medsos, bahkan di platform komunikasi seperti BBM, tapi bentuknya yang tak monoton display atau audiovisual, iklan digital bisa dalam bentuk game atau aplikasi.

Bicara tentang budget iklan digital pun sangat menarik, karena bisa dimulai dari nol rupiah hingga miliaran rupiah. Keripik singkong Maicih contohnya, hanya dengan memanfaatkan media sosial mampu mengantongi penjualan hingga ratusan juta rupiah.

Sejauh ini, media sosial memang masih ampuh mendongkrak penjualan maupun citra, karena komunikasi dua arah yang terbangun membuat sebuah brand lebih dekat dengan konsumennya.

Melihat gelagat dan tumbuh berkembangnya dunia digital tersebut, maka di akhir pekan, Sabtu, tanggal 16 April 2016, Digital Advertising, dengan narasumber : Wahyu Blahe (CEO Cerita Medan), Ade Gunawan (Akademisi), Andha Satuwarna (Strategic Planner) yang akan meriahkan aksi Sharing Saring di Gedung Serba Guna PRSU mulai pukul 16.00WIB hingga selesai.

Sharing Saring - Digital - Socmed
Sharing Saring – Digital – Socmed

 

Akhir event Sharing Saring, Minggu, 17 April 2016, Film, Musik, dan Desain. Dengan narasumber : Andi Galung (Movie Maker), Brevin Tarigan (Musisi), Duta Syailendra (Akademisi) yang akan meriahkan aksi Sharing aring di Gedung Serba Guna PRSU mulai pukul 16.00WIB hingga selesai.

Sharing Saring - Film A3 - Socmed
Sharing Saring – Film A3 – Socmed

Acara terbuka untuk umum, juga tidak dikenakan biaya dalam mengikuti Sharing Saring ini. Hanya biaya masuk PRSU saja. Pihak panitia juga menyediakan tempat yang nyaman di Gedung Serba Guna PRSU tentunya, juga diberikan sertifikat acara Sharing Saring. Wow, seru ya kan!

Kawan-kawan Sekolah-an dan para Mahasiswa dianjurkan untuk ikut, acara ini seru. Sertifikat diberi, ilmu keren menanti, penuh motivasi oleh para praktisi.

Do’a kan semoga Sharing Saring, Dari Hobi Jadi Industri di Gedung Serba Guna PRSU, berjalan lancar. Aamiin.

KOMENTAR

BACA JUGA