IBX5A49C9BC313D6 Pantai Turetolo, Laut Matinya Sumatera Utara – Cerita Medan

Pantai Turetolo, Laut Matinya Sumatera Utara

Pantai Turetolo, merupakan sebuah pantai dengan
pemandangan indah sebuah laut di Nias. Keindahan pemandangannya teras lengkap
dengan keindahan dunia bawah lautnya. Pantai ini merupakan surganya bagi
penggila dunia snorkeling khususnya di pulau Sumatera. Pantai ini juga tak
ubahnya laut mati di Yordania karena memiliki kandungan garam yang cukup
tinggi. Untuk mengapung dengan mudah bukanlah hal sulit di pantai Turetolo.

Pantai Turetolo

Pantai Turetolo, Laut Matinya Sumatera Utara

Nama pantai ini sepertinya masih asing di telinga
wisatawan. Masih sedikit orang mengetahui bahwa provinsi Sumatera Utara
memiliki tempat pariwisata keindahan pantainya. Pantai Turetolo berlokasi di
Desa Balefadotuho, Kecamatan Laweha, Kabupaten Nias Utara, Propinsi Sumatera
Utara. 

Letaknya memang cukup jauh dari kota Medan, bahkan
berbeda pulau karena Nias merupakan pulau kecil yang masih masuk ke propinsi
Sumatera Utara. Meskipun begitu, pulau ini menyimpan banyak keindahan alamnya
yang sayang sekali untuk dilewatkan. Untuk menuju ke pantai Turetolo, kita bisa
memulai perjalanan dari Bandara Binaka Nias, atau melalui kota Gunung Sitoli.
Jarak dari pusat kota Gunung Sitoli adalah 80 km. Perjalanan ini memang membutuhkan
waktu cukup lama yaitu sekitar 2 jam perjalanan. Lamanya perjalanan ini juga
tergantung pengendaranya, bisa 2 jam pas dan bisa lebih. 

Sesampainya di sana kita akan melihat keindahan
pemandangan laut yang didominasi warna biru dan hijau. Semilir angin pantai
akan menyambut kedatangan kita. Lembutnya pasir pantai dengan warna putihnya,
seakan menjadi permadani sebagai salam selamat datang di pantai Turetolo ini. Pantai
ini memiliki ciri khas ombak besar karena berhadapan langsung dengan samudera
Hindia yang sudah dikenal dengan ombaknya yang cukup besar. Meskipun begitu
kita tidak akan terkena ombak besar tersebut selama bermain di tepi pantai. Ombak-ombak
besar tersebut terpecah karena adanya gugusan karang. 

Gugusan karang itu dulunya tidak ada di pantai ini.
Karang-karang itu baru muncul pada tahun 2005, di mana di pulau Nias terjadi
gempa besar yang juga telah menyebabkan musibah Tsunami di propinsi Aceh. Meskipun
terdengar membuat penampilan pantai kurang cantik, ternyata karang-karang yang
ada di sana malah menambah keeksotisan dari pantai tersebut.

Untuk berkunjung ke sini, waktu yang paling tepat
adalah pada saat siang hari. Ketika matahari mulai bergeser ke tengah, maka air
yang ada di pantai ini akan terlihat begitu indah. Perpaduan antara birunya
langit dan menyatu dengan birunya air pantai, ditambah putihnya pasir di tepi
pantai membuat keindahan pantainya bak di surge dunia. karang-karang yang ada,
seperti sebuah tembok yang menjamin kita tidak akan terkena ombak besar ketika
berenang di sana.

Pantai ini sangat cocok untuk dijadikan tempat untuk
berenang, bahkan bagi kita yang kurang bisa berenang. Karena kadar garamnya
cukup tinggi, maka kita akan dengan mudahnya terapung di atas permukaan.
Fenomena alam yang sama dengan Laut Mati di Yordania inilah yang membuat pantai
ini disebut juga dengan Laut Mati-nya Sumatera Utara.

Baca Juga : Wisata Air Terjun Teroh Teroh di Pelaruga Kolam Abadi

Selain fenomena tingginya kadar garam, pantai Turetolo
juga memiliki daya tarik lain. Ternyata selain pemandangan pantai yang begitu
sempurna, dunia bawah lautnya juga tak kalah indahnya. Terumbu karang dan biota
laut terjaga dengan begitu baik. Sehingga membuat taman bawah lautnya sangat
sempurna. Kita bisa melakukan aktivitas snorkeling agar bisa puas menikmati
betapa indahnya pemandangan bawah laut di pantai Turetolo ini.

KOMENTAR

BACA JUGA